Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Akhirnya sindikat perampok spesialis penumpang angkot dibekuk Polsek Patumbak dibawah Fly Over Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Jumat petang (24/6/2016). Informasi yang diperoleh, salah satu pelakunya adalah, M Arman Silalahi (21) yang merupakan warga Jalan Seser, Kel. Amplas. Ia digelandang ke Mapolsek Patumbak usai merampok penumpang angkot Morina 81.

Berawalnya penangkapan tersangka disaat Wawan (25) warga Belawan, yang baru pulang dari tempat neneknya di Matapao, Teluk Mengkudu,Kabupaten Sergai, tiba di Terminal Amplas disaat dirinya menumpang sebuah angkot Morina 81 jurusan Belawan, ia langsung diikuti pelaku. Namun saat itu cuma ia sendiri yang berada didalam angkot.

Lalu tersangka Arman dan seorang rekannya naik kedalam angkot, disaat angkot berada dibawah Fly Over Amplas, tiba tiba tersangka menodong korban dengan obeng yang telah diruncingkan. Korban yang ketakutan akhirnya menyerahkan dompetnya kepada tersangka dan rekannya.setelah berhasil, kedua pelaku langsung kabur. Korban yang tidak ikhlas dompet yang berisi uang Rp 1,4 juta lalu turun dari angkot dan meneriaki pelaku.

Alhasil teriakan korbanpun mengundang perhatian pengguna jalan dan mengejar pelaku. Beruntung Petugas Polsek Patumbak yang kebetulan melintas ikut mengejar pelaku dan berhasil menangkap Arman, sementara rekannya berhasil kabur. Meski sudah diamankan polisi, emosi warga yang tak terbendung langsung memukuli tersangka hingga bonyok. Tak ingin kondisi tersangka lebih parah lagi, petugas lalu membawanya ke mapolsek Patumbak.

Menurut keterangan yang diperoleh disaat diperiksa, tersangka mengakui perbuatannya. Menurutnya, saat itu dia nekat merampok lantaran tuntutan kebutuhan hidup. Dan dia mengaku melakukan aksinya tidak sendiri melainkan bersama satu temannya. Ia juga mengakui perampokan yang sering terjadi disekitar Terminal Amplas merupakan aksi ia dan teman-temannya.

Akunya lagi, bahwasanya sudah tidak terhitung berapa kali saya merampok, sudah sering bang.Kalau kami main biasanya empat orang dan terakhir ini hanya berdua kami bang, tapi saya tidak tahu namanya karena itu abang-abangan ku. Biasanya aku panggil dia abang aja, tapi saya bisa kasih tau ciri-ciri kawan saya itu, orangnya putih dan sering naik sepeda motor Mio. Ia juga tinggal di Amplas.Saya akui, setiap main kami bisa berhasil hingga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, dan terakhir ini hanya Rp 1,4 juta, terangnya.

Berdasarkan keterangan dari korban, dirinya mengaku sangat kesal dengan perbuatan pelaku. Menurutnya, uang Rp 1,4 juta yang diambil pelaku adalah uang untuk keperluan biaya sekolah adiknya. Saya pulang dari tempat nenek di Matapao, dan saat mau pulang saya dirampok pelaku, yang saya sesalkan uang itu dikasih nenek pada saya untuk keperluan biaya sekolah adik saya, ucap  korban.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi saat ditemui wartawan mengaku telah menahan pelaku, "Pelaku sudah kita tahan, dan selanjutnya kita proses ", ungkapnya. (Deno)
Leave A Reply