INTAIKASUS.COM - Tim gabungan dari Kodam I/BB tengah mendalami jaringan penimbunan daging kerbau ilegal asal India. Sejauh ini, sudah tiga rumah dinas di Jalan Gaperta XII, Medan Helvetia, yang dikosongkan untuk pengembangan kasus ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasdam I/BB Brigjen TNI Widagdo HS kepada wartawan di Serambi Kehormatan Makodam I/BB Jln. Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Selasa (14/6/2016). Diungkapkan jenderal bintang satu ini, selain mengosongkan rumah yang dihuni Koptu Tomi Simangunsong, pihaknya turut melakukan hal serupa terhadap dua rumah yang ada di sebelah rumah tersebut. "Tetapi yang dua lagi kita pindahkan ke asrama lain. Kalau yang pelaku sudah kita usir. Ini dilakukan untuk pengembangan," jelasnya.
Kasdam I/BB yang saat itu didampingi oleh Kapendam I/BB Letkol (Inf) Edy Hartono dan Dan Pomdam I/BB Kolonel (CPM) Yusri menjelaskan, untuk Koptu Tomi sudah ditahan dan masih didalami sejauh apa perannya. Sedangkan istrinya Veronica telah diserahkan ke Poldasu. Dari pemeriksaan sementara, Veronica mengaku daging kerbau asal India tersebut dibeli seharga Rp 85 ribu perkilo.
"Kita masih mendalami dari mana dia dapat (daging) tersebut, kemana dijual dan sudah berapa lama dia menggeluti bisnis ini. Kita bersama Poldasu dan Bea Cukai juga mencari tahu apakah ini ada jaringannya atau bagaimana," jelas Kasdam I/BB.
Mengenai adanya temuan ini, Kasdam I/BB akan lebih meningkatkan patroli di kawasan pesisir Sumatera, terlebih lagi menjelang lebaran. Ia juga berpesan agar masyarakat turut menginformasikan apabila ada bisnis ilegal yang dilakoni oknum TNI.
"Siapapun yang bertindak melanggar hukum dan Undang Undang akan kita tindak tegas, termasuk itu anggota kita sendiri. Untuk sekarang ini, kita tidak mau menutupi anggota yang terlibat bisnis-bisnis seperti ini. Kita terbuka. Buktinya semalam saja kita langsung informasikan kepada rekan media semua terkait penangkapan dan penimbunan daging ini," pungkasnya. (Rina)