Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
 Foto : ilustrasi

INTAIKASUS.COM – Sungguh apes benar bagi IW (30) warga Pasal 6 Andansari, Kel. Terjun, Kec. Medan Marelan. Pasalnya, ibu dua anak ini babak belur akibat penganiayaan yang dialaminya.
Ketika intaikasus.com menyambangi rumah korban, Jum'at (24/6/2016) siang, korban menceritakan kehidupannya selama berumah tangga dengan oknum marinir yang dikenal kasar ini.

Menurutnya, suaminya yang berpangkat Serka TH ini, kerap kali memperlakukannya dengan kekerasan. Dengan tuduhan selingkuh terhadapnya, membuat pria yang bertugas sebagai ADC Danlamtamal I Belawan ini ringan tangan.

Tak tanggung-tanggung, pelaku kerap kali menjambak, memijak dan bahkan menyeret IW. Ironisnya, pelaku sudah 6 bulan tidak memberi nafkah terhadap korban dan anaknya.

"Dua tahun terakhir ini aku dianiayanya bang. Hampir tiap hari aku di jambaklah, di pijak-pijak lah, sampai diseret-seret pun aku udah alami sama dia ini bang. Enam bulan gak dinafkahi sama dia bang," ucap IW sembari terisak-isak.

Ia mengaku bahkan sempat memergoki sang suami empat tahun silam sedang berduaan dengan WIL (Wanita Idaman Lain) di sebuah tempat hiburan malam di Marelan, hingga berujung pada retaknya rumah tangga korban.

"Dibilangnya aku yang selingkuh, padahal empat tahun lalu dia kepergok samaku sedang berduaan dengan wanita lain di KTV Marelan bang. Dua tahun kemudian sejak kepergok itu, dia mulai kasar dan kesetanan samaku bang," ucapnya.

Hal senadapun dikuatkan dengan keterangan Supartik yang merupakan Ibu kandung IW, yang mengungkapkan tidak terima atas perilaku menantunya terhadap anaknya itu.

"Saya tak terima atas perlakuan menantu saya itu terhadap anak saya. Apa pantas dia seorang Marinir berbuat sesukanya terhadap anak saya, memukuli, menjambak, menendang, bahkan hampir mau dibakarnya. Tapi saya halangi dan saya dimakinya, udah luar biasa kali perlakuannya itu," terang Supartik kepada wartawan.

Meski telah berulang kali membuat pengaduan ke Lantamal I Belawan, namun korban didampingi ibunya tak kunjung mendapat respon yang baik.

"Dimanalah kami bisa dapat keadilan bang? Kami lapor pun ke Lantamal I Belawan, gak juga ditanggapi. Apa karena dia Ajudannya bapak Danlamtamal I Belawan? Jadi anak istri boleh suka-sukanya dibuat? Biar tau kami harus berbuat apa, saya gak tau lagi mau kemana mengadu sehingga akhirnya saya mau masalah saya ini terekspos ke publik," kesal IW.

Bahkan IW mengaku sempat ditantang oleh pelaku untuk melaporkan perbuatannya itu.
"Terserah kau mau ngadu kemana saja, aku tidak takut," ucap Serka TH ditirukan oleh IW.
Ia berharap agar kasus yang dialaminya tersebut dapat segera di respon oleh pimpinan pelaku, sehingga hal serupa tidak menimpa para Jalasenastri yang lain.

"Saya berharap kepada bapak DanLantamal I Belawan untuk menindaklanjuti permasalahan
ini, semoga dia disiplin dan agar hal serupa tidak terjadi dengan Jalasenastri yang lain bang," harapnya.

Terpisah, PasiOps Lantamal 1 Belawan, Mayor Farik saat dikonfermasi melalui via seluler tidak ada jawaban. (Net)

Leave A Reply