Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
             Ilustrasi

INTAIKASUS.COM - Kejahatan jalanan alias begal kembali terjadi di kota Medan. Kali ini menimpa Sri Wahyuni, yang  akrab dipanggil Ayuni, seorang Wartawati Radio Smart FM Medan.

Yuni dirampok saat berada di atas becak motor di kawasan padat lalulintas, di jalan Abdullah Lubis, pada Jumat 29 Juli 2016 sekitar pukul 06.30 wib.

Yuni belum sempat membuat laporan pengaduan ke polisi terdekat dari tempat peristiwa karena harus meliput kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Saya dirampok sesaat keluar dari kantor Harian Tribun Medan," kata Yuni saat dihubungi via telepon. "Saya memarkirkan sepedamotor di kantor Harian Tribun Jalan Wahid Hasyim dan naik becak motor ke warkop jurnalis titik kumpul keberangkatan rombongan. Baru beberapa ratus meter di atas becak, tiba-tiba dipepet dua sepeda motor, dan salah satunya merampas tas saya," ujarnya.

Yuni sempat melawan dan menarik kembali tasnya berisi kamera, dompet berisi uang, gadget, alat perekam milik Smart FM dan ID card.

"Karena tenaga begalnya lebih kuat, tas saya bisa dibawa lari. Saya sempat berteriak namun orang-orang tak peduli," kata Yuni.

Begal atau jambret jalanan itu,  beraksi saat jalanan dipadati kenderaan. "Itu yang saya heran, kok begal nggak ada takutnya ya dengan polisi?" Kata Yuni.

Terpisah, Wartawan TVRI Stasiun Medan Devis Karamoy menumpahkan kekesalannya akibat peristiwa itu. "Nggak ada fungsinya tim anti begal yang dibentuk polisi. Nggak ada fungsinya. "kata Devis.

Hal senada, wartawan Harian Sindo Medan, Frans Marbun turut memprotes polisi, dan mengatakan, "Tim anti begal hanya menakut-nakuti suku tertentu saja," ucap Frans. (Mls)
Leave A Reply