Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

            Ilustrasi

INTAIKASUS.COM - Hingga saat ini, Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, masih terus menyelidiki kasus kematian Siti Habibah (16) siswi sekolah di Yayasan Al-Masdar yang tinggal di Dusun VII, Cemara III, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

Sejauh ini, hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, ternyata serupa dengan pihak keluarga yang juga curiga kalau pembunuh siswi berprestasi itu dilakukan teman dekatnya yang tak lain adalah pacar korban sendiri.

Selain diduga juga sempat diperkosa, pelaku juga diketahui sempat mengambil barang berharga korban berupa 3 unit handphone, 1 buah laptop dari tas yang dibawa korban, lalu membuang jasad korban ke sebuah parit lahan garapan eks PTPN IX, Pasar 11, tepatnya di terusan Pangkalan Angkot Trayek 103, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Minggu (18/9/2016) sekira jam 18.00 Wib, lalu.

"Ada beberapa luka di bagian tubuh korban saat ditemukan. Kecurigaan masih mengarah kesana (teman dekat korban). Tapi belum bisa kita simpulkan apa motifnya," kata, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato, kepada wartawan, Kamis (22/9/2016) siang.

Disinggung mengenai pelaku pembunuhan terhadap korban dilakukan pacar, Lesman belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

"Untuk pelakunya kita masih lagi mencari bukti-bukti. Di mana kita sudah memeriksa beberapa saksi termasuk keluarga korban. Kecurigaan bisa saja," terangnya.

Diketahui, seorang wanita yang diduga korban pembunuhan ditemukan di kawasan lahan garapan eks PTPN IX, Pasar 11, Desa Sei Rotan, dengan posisi tubuh tengkurap dan kondisi mulai membusuk.

Penemuan mayat wanita tanpa ditemukan identitasnya itu, diketahui oleh, Sugeng, seorang peternak lembu yang sedang mengarit rumput untuk makanan hewan ternaknya.

Saat ditemukan, korban menggunakan jaket (Switer) warna biru, berlapis Tangtop garis-garis. Namun ketika ditemukan dalam posisi telungkup di parit yang berair, celana yang dikenakan korban melorot hingga ke kaki.

Melihat adanya mayat wanita yang sudah diperkirakan lebih dari 3 hari itu, peternak lembu itu langsung melaporkannya ke warga yang lain kemudian diteruskan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Diduga, korban tewas usai diperkosa dan kemudian dibunuh lalu dibuang ke kawasan tersebut yang jauh dari pemukiman penduduk. (Mls)

Leave A Reply