Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM – Dalam pemberantasan Kasus Narkoba di negara Republik Indonesia yang kita cintai ini, dirasakan masih belum maksimal. Pemerintah harus melihat fakta keadaan yang sebenarnya. Pemberantas Narkoba bukan cenderung menurun akan tetapi secara grafik meningkat, bahkan sudah sampai ketitik penghancuran generasi muda bangsa Indonesia. Tidak sampai disitu saja, narkoba juga sudah meracuni institusi penegak hukum, seperti halnya Mahkamah Konstitusi, DPR, TNI-Polri, Kepala Daerah, Tenaga Pendidik. Hal ini jelas membuktikan Pemerintah yang berkuasa di era saat ini telah Gagal.

Demikian ditegaskan Marlon Purba yang juga mantan anggota DPRD Sumut, kepada Wartawan, saat jumpa pers, Kamis (29/9/2016) siang, di Resto Mbak Ani jalan Jermal 15 Medan.

"Padahal untuk melakukan pemberantasan, uang Negara sudah banyak dihabiskan, itu kan uang rakyat? Adanya BNN dirasakan bukan menjadi solusi. Namun cendrung kian hari narkoba kian marak hingga menyerang pelosok-pelosok Desa", ucap Marlon.

Lanjut dikatakannya, kalau Pemerintah tidak mampu dalam melakukan pemberantasan beri kewenangan kepada masyarakat melalui UU untuk ikut serta turun memberantasnya, "Jujur, Saya tidak punya kepentingan dalam hal ini, hanya kasihan kepada  generasi muda berikut anak cucu kita nantinya. Tidak tanggung-tanggung pemasuk narkoba dari Luar Negeri, akibatnya pelan tapi pasti kita dikuasai bangsa asing sebab tidak ada lagi rasa kepedulian akan cinta tanah air, ujar Marlon.

Disatu sisi, sambung Marlon, miris melihat keadaan Lapas. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwasanya di Lapas lebih bebas memakai Narkoba, Bahkan di dalam Lapas terjadi transaksi jual beli Narkoba", tuturnya.

Marlon berharap, dalam melaksanakan pemberantasan narkoba, Presiden Jokowi meniru sikap tegas Presiden Filipina dalam hal membongkar pejabat pembeking Narkoba, Data yang diberitakan beberapa Media menyebutkan, sejak Duterte berkuasa, setidaknya 400 tersangka pengedar narkotika telah tewas dihukum mati. Di sisi lain, 4.500 orang ditahan, dan 585.805 orang lainnya menyerahkan diri. Selain itu, berkat keseriusan Duterte memberangus habis Narkoba, di Filipina juga marak aksi kelompok-kelompok massa non-polisi yang men-sweeping dan membunuhi para pengedar serta bos-bos mafia narkotika tersebut.
Tetapi masalahnya, beranikah Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi mengambil langkah setegas Presiden Duterte ?, tanya Marlon.

"Saya minta kepada KPK yang memiliki alat canggih untuk ikut serta turun tangan berantas Narkoba, upaya memberantas para oknum pejabat Negara nakal yang masih suka barang haram tersebut", ucap Marlon sembari menambahkan pemimpin Agama di Negeri ini diharapkan tidak henti-hentinya setiap saat mengingatkan lewat ceramah dan dakwah tentang bahaya laten Narkoba.

Masih dikatakannya, kalau memang Pemerintah tidak ada kemampuan bagusnya dibebaskan saja, tentu hal ini memerlukan kajian yang mendalam, Jujur saya katakan bukan bermaksud mendukung para Bandar, tetapi tindakan aksi nyata pemerintah yang ditunggu masyarakat.

Silahkan akuntan public melakukan hitung-hitungan terkait sudah berapa uang Negara membiayai institusi BNN, Biaya Rehabilitasi dan Uang makan para Napi kasus Narkoba di Lapas, tetapi pada kenyataannya narkoba makin menjadi-jadi. Bila perlu munculkan lagi Petrus yakni penembak misterius, Ucap Marlon.
"Menjadi pertanyaan,  masih adakah cinta kebangsaan disetiap diri kita?. Bandar tidak akan pernah menjadi korban, tetap saja masyarakat kecil jadi korban, tidak heran pengaruh narkoba keluarga hancur, rumah tangga berantakan, angka perceraian di negeri ini sangatlah tinggi, tuturnya.

Marlon juga memberi apresiasi kepada wartawan, tidak dipungkiri karena tulisannya para petinggi menjadi tambah pintar, Maka dengan kehadiran wartawan disini saya ketuk hati kalian untuk ikut bersama memberantas narkoba. Yang terpenting dalam hidup ini harus melakukannya dengan tulus dan ikhlas, pungkasnya. (Rn)
Leave A Reply