Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Dinas Pertamanan Kota Medan dianggap belum maksimal memelihara taman kota. Sebab, masih banyak ditemukan taman-taman yang tidak terurus. Bahkan, ada beberapa taman kota yang sudah berubah fungsi menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima (PK5).

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) rancangan peraturan daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2015, M Nasir saat membacakan rekomendasi hasil pembahasan pansus saat sidang paripurna di gedung DPRD Medan, Rabu (5/10/2016).

"Salah satu contoh taman yang tidak terurus adalah taman Teladan," ungkapnya.

Sambungnya mengatakan, guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang mengunjungi taman kota, Dinas Pertamanan Medan perlu melakukan perbaikan terhadap lampu - lampu yang sudah rusak.

"Dinas Pertamanan harus benar-benar melakukan pengawasan terhadap petugas UPT (unit pelaksana teknis), "ujar Nasir.

Bukan hanya itu, dari sisi retribusi tempat pemakaman umum seperti di Jalan Gajah Mada, Simalingkar-B, Tanjung Anom juga belum maksimal. Padahal, jika urusan tersebut ditangani dengan baik maka akan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Sementara dari sisi belanja yang terserap di dinas pertamanan hanya 87,6 persen,"urainya.

Politisi PKS itu meminta agar dinas pertamanan membuat program penambahan mushola, toilet di taman, serta alat bermain bagi anak-anak di setiap taman kota.

"Selama ini yang kita lihat taman selalu gelap, akibatnya taman itu berubah fungsi menjadi tempat mesum atau tempat hal-hal negatif lainnya. Taman itu harus terang benderang sehingga tidak terkesan rawan, "bebernya.

Untuk urusan Kependudukan dan Catatan Sipil, Nasir menyebut jumlah anggaran yang terserap di dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) hanya 79,23 persen.

Menurutnya, banyak kegiatan atau informasi pelayanan masyarakat di Disdukcapil yang tidak tersosialisasi kepada masyarakat.

"Untuk itu Disdukcapil bisa memanfaatkan media cetak maupun elektronik untuk sosialisasi, agar masyarakat kota Medan dapat lebih cepat mengetahui informasi terkait pelayanan administrasi kependudukan,"akunya.

Mantan anggota DPRD Sumut itu juga menyoroti pelayanan e-KTP di kantor Disdukcapil yang belum maksimal. Oleh karena itu, dia meminta agar pelayanan dilakukan melalui kantor Kelurahan dan Kecamatan.

"Kepala Disdukcapil perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kota Medan,"ujarnya.

Kabid Program Dinas Pertamanan Kota Medan, Rahmad Sinuraya membantah bahwa pihaknya kurang maksimal dalam memelihara taman kota.

"Untuk taman Teladan itu, sudah lebih dari 5 kali ditertibkan PK5 nya,"katanya.

Diakuinya, saat ini masih banyak PK5 yang berjualan disepurtaran Taman Teladan. "Kalau fasilitas seperti Lampu sudah kita benahi, termasuk memperindah Taman Teladan dan lainnya seperti membuat pagar. Tapi, kondisi pagarnya saat ini sudah banyak yang rusak, "kata Sinuraya. (Red)

Leave A Reply