Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Pemuda harus bisa mengaplikasikan ilmunya dan juga dapat menggerakan ekonomi kreatif untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Muhammad Ja'far Hasibuan, pemuda yang meraih juara II Pemuda Mandiri Berprestasi tingkat nasional, saat beraudensi ke Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (06/10/2016).
Ja'far yang turut didampingi dua orang rekannya dari Koperasi Terasi Silo sebuah koperasi yang dibentuknya di daerah dampingannya, serta dua orang staf Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provsu, diterima oleh anggota komisi yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di DPRD Provsu itu, Ahmadan Harahap, S.Ag., MSP, di ruang rapat Komisi E.
Dalam pertemuan itu, Ja'far menguraikan bahwa dia awalnya mengikuti program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI pada Juni 2015 lalu.
Kemudian, dari hasil seleksi yang dilakukan Kemenpora saat itu, pemuda kelahiran Padang Lawas Utara (Paluta) 26 tahun silam ini, ditempatkan di sebuah desa tertinggal yang jarak tempuhnya sekira enam jam perjalanan dari Medan, di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara yang bernama Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
"Awalnya saya datang ke desa ini, jalan di desa ini berlumpur dan penuh genangan air setinggi dua sentimeter, dan kalau air laut pasang, bisa lebih. Saya berkeliling desa melihat potensi desa yang ada. Karena desa ini berada di kawasan pesisir, dan kehidupan masyarakatnya adalah nelayan, saya melihat banyak sekali udang-udang kecil hasil tangkapan masyarakat nelayan di Desa Silo ini yang hanya untuk dikonsumsi", papar alumnus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU-dulu IAIN-red) tahun 2014 ini.
Ia kemudian menyimpulkan kalau udang kecil hasil tangkapan nelayan itu sangat baik untuk diolah menjadi terasi. Lalu dibuat pertemuan di Balai Desa Silo dengan warga masyarakat desa tersebut dimana masyarakat sangat setuju dengan usul pembuatan terasi ini. Selain itu, Ja'far juga menyarankan untuk dibentuk sebuah koperasi sebagai wadah pembuatan dan pemasaran terasi.
"Kami sepakat memberi nama Koperasi Terasi Silo dan segala persyaratan pembentukan koperasi maupun izin usaha dan sertifikasi halal serta pendaftaran di dinas kesehatan maupun izin perdagangannya sudah lengkap. Produk terasi kami yang dimulai pada Januari hingga Juni 2016 lalu, awalnya hanya 20 ton per 20 hari kerja. Tapi sekarang telah meningkat mencapai 60 ton per 20 hari kerja dengan jumlah anggota sekitar 40-an orang. Saat ini pemasaran kami sudah merambah ke Malaysia dan Thailand serta dalam negeri", terangnya.
Atas keberhasilan ini, sambungnya, dia memperoleh Juara II tingkat nasional dengan skor penilaian 75,38. "Saya tertinggal 0,7 point dari Juara I yang berasal dari Provinsi Lampung dengan skor 75,45", imbuhnya.
Staf Dispora Provsu yang turut mendampingi Ja'far, menjelaskan bahwa program Kemenpora ini dilaksanakan per dua tahun sekali. Dan program PSP3 angkatan 25 ini telah dimulai sejak Juni 2015 lalu. "Tapi ini program terakhir dari PSP3 Kemenpora dan oleh Bappenas telah dihentikan dan akan diganti dengan program Pemuda Mandiri Pedesaan dengan materi program yang hampir sama", jelas staf Dispora Provsu itu.
Menanggapi penjelasan tersebut, Ahmadan Harahap, meminta supaya Dispora Provsu lebih mensosialisasikan program yang dinilainya sangat baik bagi para pemuda di Sumatera Utara. "Selain itu, program ini supaya dibuatkan dengan berbagai jenis produksi, seperti jahit-menjahit maupun otomotif dan sebagainya. Tapi jangan hanya dilatih, namun diberikan juga bantuan peralatan dan modal usaha", saran Ahmadan.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengingatkan Dispora Provsu untuk selalu memperhatikan pemuda di Sumatera Utara yang berprestasi dengan mencontohkan prestasi yang telah diraih Ja'far. Ahmadan mempertanyakan bentuk perhatian yang telah diberikan Dispora Provsu kepada Ja'far yang disebutnya telah mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah nasional, namun staf tersebut mengaku bahwa Dispora Provsu belum ada memberikan bantuan apapun kepada Ja'far.
Dengan sedikit mimik kecewa, Ahmadan berharap supaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dapat memberikan bantuan berupa mesin produksi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi terasi Koperasi Terasi Silo, hasil karya Ja'far. "Program seperti ini jangan dibiarkan begitu saja tapi perlu jadi perhatian Pemprovsu. Jangan hanya seremonial programnya. Selain itu, supaya juga dicari program lainnya buat para pemuda yang berguna bagi masyarakat Sumatera Utara", harapnya.
Terkait adanya permintaan Ja'far kepada Komisi E untuk menjembatani dirinya bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Ahmadan berjanji akan menyampaikannya kepada pimpinan DPRD Sumut. Dia meminta melalui staf Dispora Provsu, supaya Kadispora Provsu mempertemukan Ja'far dengan Gubsu.
Ketika ditanyakan Ahmadan soal bantuan Gubsu, Ja'far mengaku kalau dirinya sampai saat ini belum ada menerima bantuan apapun dari Gubsu. "Kalau Juara III dari Bali mendapatkan bantuan dari gubernurnya sebesar Rp 30 juta. Juara III dari Jawa Barat, memperoleh bantuan dari gubernurnya sebesar Rp 20 juta. Juara V dari Maluku, memperoleh bantuan sebesar Rp 15 juta", ungkap Ja'far.
Ja'far dalam pertemuan mengatakan bahwa pada tanggal 20 Oktober 2016 nanti, dia diundang oleh Presiden RI, Jokowi ke Pelangkaraya untuk menghadiri puncak perayaan Sumpah Pemuda yang dijadwalkan pada tanggal 28 Oktober 2016 nanti. Pertemuan ditutup dengan film dokumenter produksi Antara TV berdurasi 28 menit. (Net)
Sumber : hariandeteksi.com