INTAIKASUS.COM - Ratusan pegawai dan pengunjung Kantor Kementerian keuangan RI Direktorat jendral pajak mendadak heboh. Pasalnya, Diduga akibat korsleting listrik, ruang Alat Tulis Kantor (ATK) yang berada di lantai dua, Kantor Kementerian Keuangan RI Direktorat jendral Pajak, Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, nyaris hangus dilahap sijago merah. Jum'at (30/9/2016).
Dari pantauan di lokasi, ratusan warga berhamburan keluar dari dalam ruangan saat asap menyelimuti kantor tesebut. Dan sebagian petugas keamanan dan petugas kantor Kementerian Keuangan RI Direktorat Jendral Pajak berusaha memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang yang berada di dalam ruangan tersebut.
Tak lama kemudian, api dapat dipadamkan oleh para pegawai dan petugas keamanan. Sekitar 15 menit kemudian, satu unit Mobil Pemadam kebakaran dari Pemko Medan turun kelokasi dan langsung balik arah akibat api sudah Padam.
Menurut informasi di lokasi kejadian menyebutkan, bahwa api berasal dari dalam ruangan Alat Tulis Kantor (ATK) yang berada di lantai 2 gedung kementerian tersebut.
"Tadi saya mau ngurus Tax Amnesty, tiba-tiba orang-orang berlarian, asap di lantai satu udah tebal jadi semua pegawai dan pengunjung panik berlarian keluar dari ruangan, kalau katanya dari lantai dua asalnya, "ungkap Lis (22) yang sedang berkunjung ke kantor Kementerian Keuangan RI Direktorat Jendral Pajak.
Sementara itu, salah satu petugas keamanan (security) mengatakan kejadian tersebut hanya kejadian kecil dan bersumber dari hubungan korsleting arus listrik.
" Gak apa-apa bang, apinya sudah padam ngak usah diliput-liput, mungkin karena korsleting listrik aja, ngak ada korban jiwa "sebut security tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Keuangan RI Direktorat Jendral Pajak, menolak memberikan keterangan atas kejadian tersebut.
"Atas kebijakan pimpinan Direktorat jendral pajak, kami tidak boleh memberikan keterangan, dan harus ke bagian Humas direktorat Jendral Pajak langsung. Jadi sekali lagi kami minta maaf, karena tidak bisa memberi keterangan "ungkap Kepala Kantor Kementerian Keuangan RI Direktorat Jendral Pajak yang tidak mau menyebutkan namanya. (Mls)