INTAIKASUS.COM - Empat pegawai Bea Cukai yang mengemban tugas di kapal patroli BC 15031 dalam Satgas Patroli Laut BC Teluk Nibung Asahan menderita luka-luka akibat diserang massa penyeludup dengan menggunakan bom molotov, petasan, obor dan batu bata saat hendak menangkap dua kapal diduga bermuatan berbagai jenis barang selundupan asal Malaysia di perairan Tanjung Jumpul Asahan, Jumat (7/10/2016) subuh sekitar pukul 4.45 WIB.
Massa penyerang berjumlah 75 orang yang diduga suruhan penyelundup tersebut berada di dua kapal bermuatan barang selundupan masing-masing KM Setia dan kapal tanpa nama.
Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil BC Sumut, Rizal, kepada wartawan, Jumat sore mengatakan, sebelumnya petugas Satgas Patroli Laut BC Teluk Nibung berjumlah 8 orang menggunakan kapal patroli BC 15031 tengah melakukan patroli di sepanjang perairan Tanjung Jumpul Asahan.
Tak lama kemudian petugas melihat dua kapal bermuatan sarat dengan puluhan massa pengawal memasuki perairan Tanjung Jumpul. Merasa curiga petugas mendekati kapal yang dicurigai. Namun secara tiba-tiba massa menyerang petugas dengan melemparinya menggunakan bom molotov, petasan, obor dan batu.
Akibatnya, petasan berdaya ledak tinggi menghantam lambung kapal sehingga merusak kaca dan kapal nyaris meledak serta melukai 4 petugas BC di bagian wajah, kaki, tangan serta jari tangan.
Melihat kebringasan massa penyelundup, sambung Rizal, petugas memerintahkan kapal penyelundup menggunakan pengeras suara supaya berhenti. Karena tidak diindahkan akhirnya petugas BC melepaskan tembakan peringatan dan tembakan mesin air.
Karena merasa terdesak dengan tembakan peringatan petugas BC, kedua kapal penyelundup yang dikawal puluhan massa tersebut masuk ke alur Esdengki Asahan (basis penyelundup). Sehingga petugas BC tidak dapat menindak kedua kapal tersebut.
Tapi syukur kata Rizal, setelah kejadian tersebut petugas kapal patroli BC 15031 menangkap kapal kayu KM Karunia bermuatan sekitar 20 ton bawang merah selundupan di perairan Bagan Batak Asahan sekitar pukul 6.15 WIB. Tekong kapal dan empat ABKnya berhasil lolos setelah melompat ke laut. "Saat ini kapal sedang ditarik ke Belawan dan direncanakan tiba malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, " ujarnya. (Net)