Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Prof Jenderal Pol (Purn) Da'I Bachtiar,SH direncanakan  sebagai pembicara pada Seminar Nasional yang bertajukkan Pencegahan Kejahatan Terorisme di Tempat Objek Vital yang digelar Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sumut Kamis, 27 Oktober 2016 di Emerald Garden Hotel, Jalan Kolonel Laut Yos Sudarso No. 1 Medan Petisah, Medan.
 

Selain Dai' Bachtiar, Ketua Presidium LCKI Pusat, dan pembicara lainnya juga akan tampil diantaranya dari Densus 88 Mabes Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kapolda Sumatera Utara.
 

Menurut Ketua LCKI Sumut, Drs Parlin Sihotang,SE,SH,MSi, Rabu (25/10) kepada wartawan mengatakan, "seminar ini sebagai bentuk dan upaya LCKI Sumut untuk memberikan kontribusi pemikiran dan masukan bagi warga Kota Medan khususnya Sumatera Utara terkait pencegahan tindak kejahatan terorisme yang selama ini telah merambah ke objek-objek vital yang ada.
 

" Terorisme merupakan kejahatan yang harus di cegah bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat, untuk itu, upaya pencegahannya dengan melebarkan sayap-sayap bibit terorisme yang sudah harus diantisipasi sejak dini," tegas Parlin.
 

Lanjut Parlin mengatakan, " jika masyarakat mengetahui adanya gerak gerik yang mencurigakan yang berkaitan dengan aksi terorisme tersebut segera melaporkan kepada aparat penegak hukum," katanya.

Dengan digelarnya acara seminar ini diharapkan adanya koordinasi dan kerjasama antara aparat dan penegak hukum, dan dalam hal ini lembaga yang anti tindak kejahatan bersama LCKI Sumut bertujuan 'untuk menekan melebarnya sayap-sayap terorisme' yang ada selama ini," ungkap Parlin.
 

Ditambahkannya, benih-benih terorisme diyakini masih ada di Indonesia, terbukti dengan adanya aksi-aksi teror dimana-mana sehingga menimbulkan korban jiwa. Dalam keadaan terdesakpun kelompok terorisme masih mengadakan perlawanan untuk menjalankan aksinya dan membentuk jaringan baru dimana-mana dalam mengembangkan sayapnya.
 

" Aksi kejahatan terorisme di Indonesia bukan saja merupakan tugasnya Polri, TNI,Pemerintah dan Instansi-instansi terkait lainnya dalam penanganannya namun merupakan tanggungjawab bersama seluruh komponen bangsa ini, termasuk didalamnya lembaga yang peduli terhadap tindak kejahatan terutama tindak terorisme yang telah merusak dan mengganggu ketertiban dan keamanan," pungkas Parlin. (Mita/Rina)

Leave A Reply