INTAIKASUS.COM - Pasca insiden bentrok antar pemuda di dua desa yakni di Kabupaten Deli
Serdang awal Oktober lalu spertinya belum berakhir. Hampir setiap saat kerap terlihat puluhan pemuda desa Pisang Pala seolah-olah
berpatroli mengelilingi desa Petangguhan. Dengan membawa berbagai jenis
senjata tajam, akibatnya membuat warga masyarakat resah. Bahkan
dampak dari hal tersebut terganggunya aktifitas mencari nafkah. Tidak hanya sampai disitu saja kekhawatiran dan perasaan was-was juga
dirasakan anak-anak pelajar saat pergi maupun pulang sekolah.
"Terutama malam hari, suasana sangat mencekam", kata Wakil Ketua DPP
LSM STRATEGI Sumut yang juga salah seorang tokoh pemuda Pagar Merbau Kab.Deli
Serdang, M.Ahmadi Purba di Posko Sekretariat Jl.Kedondong Pasar VII Marindal,
Sabtu (29/10/2016) malam..
Lebih lanjut dikatakannya, menyikapi permasalahan ini Pemerintahan Desa Petangguhan
Kec.Galang pada tanggal 16-10-2016 telah mengadakan pertemuan antara Lembaga
Pertahanan Masyarakat Desa (LPMD), BPD, Perwakilan elemen masyarakat dengan Kepala
Desa Petangguhan Herianto, kemudian menyurati Camat Galang guna meminta Bantuan
Kamtibmas dan Penegakan Hukum, dengan surat bernomor, 01/DP/X/2016 yang juga ditembuskan
kepada Muspida Kab.Deliserdang diantaranya Bupati, Kapolres, Dan Brigif 7 Rimba
Raya, Dandim 0204 DS, Danyon 121 MK, Majelis Ulama dan Komnas Perlindungan Anak
Kec.Galang serta Kapolda Sumut di Medan.
"Kami minta aparat Penegak Hukum segera Bertindak
menuntaskan teror Kamtibmas di Desa Petangguhan guna menghindari bentrok
susulan", tegas Madi Purba. "Sebab ketidaknyamanan ini juga dirasakan
warga kampung sekitar, jadi mohon sangat perhatian dari semua pihak yg
berkompeten, khususnya di Kabupaten Deli Serdang", ucapnya kecewa
Diketahui sebelumnya, bentrok pemuda Desa Petangguhan dan Desa
Pisang Pala terjadi diduga akibat dari sengketa ataupun perebutan lahan pembangunan
Gardu Induk (GI) PT.PLN (Persero) di Desa Petangguhan, yang mengakibatkan korban
luka serius dipihak pemuda Desa Pisang Pala. Rusaknya sejumlah rumah warga
serta 2 unit sepeda motor ludes terbakar. (Mita Regar)