Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Ribuan massa yang terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakat (Ormas) islam berunjukrasa ke Mapolda Sumut, Jum'at (4/11/2016). Kehadiran massa sekira pukul 15.00 WIB ini, berdampak kepada arus lalu lintas macet.

Tak kenal usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, terlibat dalam kerumunan massa tersebut. Akibat aksi demo, Jalan SM Raja Km 10,5 lumpuh total selama dua jam lebih.

Tuntutan massa adalah, meminta agar aparat penegak hukum memeriksa calon Gubernur DK Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Jika tidak juga diperiksa dan ditangkap Ahok, massa 'memaksa' Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mundur dari jabatannya.

Sebab, massa menilai, Ahok terlibat dalam kasus dugaan pelecehan dan penistaan agama Islam. "Kalau Ahok tidak segera ditangkap maka kami minta semua pimpinan di negara ini mundur. Termasuk Kapolri dan Presiden, " tegas perwakilan Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, Eka Putra dalam orasinya.

Orator lainnya, Nasrun Daulay mengatakan, demonstrasi yang digelar itu merupakan kehendak Allah, sebagai bentuk protes umat Islam yang sudah terzholimi. " Apa yang dicetuskan Ahok masih kecil. Ini momentum kebangkitan Islam. Kita tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini. Umat Islam harus merapatkan barisan," ucapnya.

Nasrun pun sempat mengancam. Dia meminta agar  Kapolri dan Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahnie, harus memeriksa dan menangkap Ahok dalam waktu 2x24 jam. Jika tidak diproses, semua pimpinan negara harus dicopot.

Secara bergantian, orator dari masing-masing massa islam, menyampaikan aspirasinya. Aksi damai ini akan berakhir, jika polisi menangkap Ahok.

" Allahuakbar. Kami umat Islam akan melawan siapa saja yang telah menista Al Quran. Umat Islam patuh hukum. Kami minta kepolisian untuk segera menangkap Ahok, " teriak massa. 

Dalam aksi massa, terdengar selalu mengumandangkan takbir. Massa mendesak, penistaan Agama Islam, Basuki Tjahja Purnama dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Massa Ormas Islam akan mengawal setiap proses hukum terhadap Ahok.

" Kami tidak ingin pihak kepolisian bermain-main dan berlama-lama menindak Ahok. Kita tidak ingin umat Islam selalu dilecehkan. Tangkap Ahok orang yang telah menghina agama Islam," desak massa.

Massa menyebut, Ahok telah menistakan Al Quran, ulama-ulama. Namun, mereka juga meneriakkan Kapolri mundur jika tidak mampu menuntaskan kasus Ahok.

" Kebencian mereka sebenarnya lebih besar dari pada yang disampaikan Ahok," sebut massa.

Di sela-sela aksinya, massa menyempatkan diri melaksanakan sholat Ashar secara berjamaah dan bergantian hingga beberapa gelombang. Sebelum kehadiran massa, ratusan personel Brimob dan polisi disiagakan di Mapolda Sumut. Musik-musik bernuansa islami menyelimuti Mapolda Sumut saat menunggu kedatangan massa. Ada yang unik, diantara personel yang disiagakan itu.

Personel polisi wanita (polwan) juga dihadirkan yang hampir seluruhnya mengenakan jilbab. Cara itu dinilai agar massa dapat menyampaikan aspirasinya dengan tenang. " Ya memang ada beberapa diantara Polwan non muslim pakai jilbab. Sebab, polwan ini memang negosiator demo," aku Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Rina sendiri mengaku sempat menggunakan jilbab tersebut. Bahkan, dia juga sudah mengabadikan dirinya saat menggunakan jilbab. Tapi, Rina tak terlihat memakai jilbab lagi.

" Panas rasanya, makanya enggak saya pakai lagi," ujarnya.

Orasi massa yang dilontarkan lebih dari 30 menit ini, memasuki waktu Solat Ashar. Tak pelak, sebahagian dari massa, melaksanakan Solat Ashar di masjid Mapolda Sumut.

Usai Solat Ashar, tepat pukul 16.20 WIB, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, keluar dari Gedung Utama Mapolda Sumut. Perwira tinggi dengan pangkat dua bintang emas di pundaknya ini, menemui massa.

Bahkan, Rycko juga naik ke truk bak terbuka untuk menjawab dari pada aspirasi massa tersebut. " Saya melihat ada pelangi islam, mozaik islam sore hari ini. Saya ada melihat warna-warni islam di depan Polda Sumut. Akibat dari satu isu yang sedang berkembang di Jakarta, rupanya umat islam di Sumut menjadi satu dari sebuah elemen dan semua unsur," kata Rycko.

Aksi damai yang dilakukan oleh ribuan massa ini berlangsung damai sesuai dengan yang diharapkan. " Berjalan dari Mesjid Agung, tidak ada yang berteriak. Ini menunjukkan bahwa umat muslim di Sumut, rahmatan lil alamin. Oleh karena itu, saya diberi amanah untuk jaga keamanan, ketertiban, ketentraman dan menegakkan hukum. Terimakasih atas aksi yang damai dan tertib," ujar mantan ajudan Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Diucapkannya, Mabes Polri saat ini tengah memproses dugaan kasus penistaan dan pelecehan agama islam, seperti tuntutan dari sejumlah umat muslim di Indonesia. Dalam hal ini, Ryko juga sempat membaca ayat suci Al-Quran dalam Surah Ali Imran.

" Sekali lagi, jangan terprovokasi oleh siapapun. Jangan mau diadu domba. Sehingga umat muslim menjadi pecah, tandasnya. (Red)

Leave A Reply