Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Kelakuan pengurus Kuil STM Guru Bakti yang berada di Jalan Pasundan, Lorong Delima, Kelurahan Sei Putih Timur II, Medan Petisah ini bikin geleng kepala. Harusnya menjaga inventaris di rumah ibadah itu, ini mereka malah menyikat laptop kuil demi membeli sabu.
Mereka bernama Dar (20), dan Man (21), keduanya warga Jalan Pasundan, Lorong Delima. Petugas mengamankan mereka setelah mendapat laporan adanya pencurian di kuil dengan kerugian 1 unit laptop, Sabtu (3/12/2016) tadi malam.
Di kantor polisi, Satis (20), pengurus kuil mengatakan seperti biasanya laptop itu disimpan di laci meja yang ada dalam kuil. Namun beberapa saat kaca jendela sudah berlepasan.
" Kami cek apa yang hilang. Rupanya laptop dalam laci enggak ada lagi," kata Satis. Saat itu juga ia mencari pelaku dan mencurigai kedua pelaku yang menjaga kuil itu.
Namun saat diinterogasi, Manda dan Darma tidak mau mengaku. Setelah diinterogasi dengan suara bentakan, akhirnya keduanya mengaku bahwa laptop itu telah dicurinya.
"Setelah dibentak barulah mereka ngaku. Tapi laptop itu sudah dijual ke Kampung Kubur, dan uangnya buat beli sabu. Makanya kami bawa ke kantor polisi," sebut Satis.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic mengatakan, sejauh ini personilnya sudah melakukan cek TKP dan melakukan pemeriksaan kepada dua pelaku dan saksi. "Kita sudah cek TKP. Untuk kedua pelaku sedang kita periksa," ucapnya. (Red)