Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
INTAIKASUS.COM - Masyarakat korban kekerasan aparat saat bentrok di lahan Desa Mekar jaya mengadu ke DPRD Sumut. Dengan pendampingan Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut, mereka juga datang ke kantor Fraksi PDI Perjuangan, Selasa (22/11/2016).

Sebelumnya masyarakat sudah datang ke Komisi A DPRD Sumut untuk mengantarkan berkas. Korban kemudian mengadukan nasibnya ke Sekretaris Komisi C Sutrisno Pangaribuan. Dalam pertemuan itu, Ketua DPW SPI Sumut Zubaidah meminta agar ada yang bisa menarik petugas keamanan dari dalam lahan.

"Karena warga sudah ketakutan," kata Zubaidah.

Salah seorang warga juga menceritakan kronologis bentrokan. Saat itu dia menyaksikan bagaimana aparat keamanan menghajar warga secara membabi buta. Masyarakat meminta kegiatan penggusuran lahan dihentikan. Aparat keamanan juga diminta membuka akses keluar masuk ke dalam desa. Sementara itu, Wakil Bendahara Fraksi PDIP Sutrisno Pangaribuan mengatakan apa yang terjadi di Desa Mekar Jaya membuktikan absennya negara.

" Ini membuktikan bahwa negara belum hadir disana. Apalagi PT LNK kan pakai lahan PTPN II," katanya.
Sutrisno juga menyayangkan, Pemkab Langkat juga absen terhadap penderitaan rakyatnya. " Dan yang kita prihatin sampai hari ini sudah jatuh korban, belum ada bupati Langkat atau utusan Gubernur datang kesana. Ini kan urusan negara," katanya.

Sutrisno juga meminta agar Kapolda dan Pangdam I/BB menarik pasukan dari Desa Mekar Jaya. Dia berencana  akan meninjau lapangan. (Net)
Leave A Reply