INTAIKASUS.COM - Pasutri ini berniat menagih utang, Indri (26), dan Irwan, warga Jalan Sei Kera Medan Perjuangan malah menjadi korban penganiayaan. Ironisnya, penganiayaan dilakukan oleh seorang oknum Polwan (polisi wanita).
Korban Indri, saat di Polrestabes Medan menuturkan, kejadian penganiayaan yang dialaminya dan suami terjadi ketika ia dan suaminya hendak menagih hutang pada seorang pria bernama Maju, yang tak lain tetangganya sendiri. Perjumpaannya dengan Maju juga tak sengaja. Saat itu, Indri dan Maju yang hendak pergi melayat secara tidak sengaja melihat Maju melintas dengan mobil bersama temannya. Sontak, Indri dan Irwan pun mengejar Maju karena Maju belum membayar utang uang yang dipinjam. "Mereka ada utang janji mau ngasih uang waktu membantu mereka ngurus keluarga mereka yang masuk penjara di Polsek Medan Timur," kata Irwan, di Mapolrestabes, Rabu (28/12/2016).
Namun, saat perjumpaan tersebut dan Irwan menagih utang, Maju justru marah. Cek-cok mulut pun terjadi. Namun tak lama berselang, istri Maju, seorang Polwan Aiptu MN, justru keluar dan mencekik Indri. Bahkan, salah seorang anak pelaku juga ikut menyerang Indri. Akibatnya, leher Indri memar dan luka akibat gigitan. Kedatangannya ke Polrestabes adalah dalam rangka melaporkan Aiptu MN ke Propam.
" Jadi saat kejadian, istri saya dicekik dan tangannya digigit. Lalu datang anaknya ikutan menyerang istri saya dengan cara menggigit leher belakang istri saya hingga luka," jelasnya.
Irwan berharap agar pihak kepolisian tidak pandang bulu dalam menuntaskan kasus yang dialaminya. (Red)