INTAIKASUS.COM - Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, pihaknya sudah menangkap 6 dari 12 tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsek Percut Seituan. Saat ini, pihaknya masih memburu 6 orang lagi tahanan yang belum tertangkap.
" Berkat kerja keras tim dan diback-up Polda Sumut, kami berhasil menangkap 6 orang tahanan yang kabur. Masih ada 6 tahanan lagi, semoga semuanya bisa ditangkap," kata Sandi di Medan, Selasa (3/1/2016).
Adapun 6 tersangka yang berhasil ditangkap, Agus Ramadani, Novi Andri Syahputra, Mhd. Fadil Lubis, Abdul Imam Akbar, Abdi Lubis dan Dika Andrian. Ke-6 pelaku ini akan dituntaskan pemeriksaannya dan kasusnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan.
" Segera dirampungkan pemeriksaannya agar secepatnya disidang. Kami tengah melakukan pengembangan bagaimana mereka bisa melarikan diri. Pasti ada hukuman tambahan," ucapnya.
Lanjut Sandi, mengenai perburuan terhadap 6 tersangka lainnya, telah dibentuk 12 tim. Dia mengimbau bagi tahanan yang kabur agar segera menyerahkan diri. Begitu juga bagi keluarga maupun rekan yang mengetahui keberadaan para tahanan kabur ini. Jika tidak, dia memastikan akan melakukan tindakan tegas.
" Keberadaan pelaku lain masih di petakan. Target secepatnya tertangkap. Kami juga evaluasi bagaimana mereka bisa melarikan diri. Ini menjadi PR utama kami ke depan. Nanti akan kami evaluasi agar kejadian ini tidak terulang lagi," bebernya.
Dia menambahkan, pasca-kejadian ini, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Lesman Zendrato, dicopot dari jabatannya. Untuk sementara ini, Kapolsek Percut Seituan dijabat oleh Kompol Boy J Situmorang yang juga Wakasatres Narkoba Polrestabes Medan.
" Dengan kejadian ini kami telah menonaktifkan kapolsek yang lama. Karena menjadi tanggungjawab kapolsek menata anggotanya termasuk tahanan. Kami sudah melantik Pak Boy untuk menjadi Pjs Kapolsek Percut Sei Tuan," pungkasnya.
Seperti diketahui, 12 orang tahanan kabur dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsekta Percut Seituan pada Jumat (30/12/2016). Berdasarkan rekaman CCTV, para tahanan kabur pada pukul 04.50 WIB. Ke 12 tahanan ini melarikan diri saat petugas piket sedang tertidur. Reskrim Polsek Percut Seituan bersama Satreskrim Polrestabes Medan berhasil meringkus 6 dari 12 tahanan yang kabur. Petugas terpaksa menembak dua tahanan yang merupakan otak pelaku pelarian dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsek Percut Seituan.
" Dua dari enam tahanan kabur bernama Abdi Lubis dan Dika Andrian terpaksa ditembak pada bagian kaki. Sebab, saat akan ditangkap melakukan perlawanan," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho di Mapolrestabes Medan, Selasa (3/1/2016).
Dia mengatakan, "Abdi Lubis dan Dika Andrian yang merencanakan pelarian itu. Abdi Lubis sempat melarikan diri bersama istri dan ketiga anaknya ke Kota Dumai. Sedangkan Dika Andrian ditangkap ketika tengah tidur di kediaman temannya di daerah Labuhanbatu Utara.
" Pelariannya berhasil digagalkan setelah petugas yang mengetahui keberadaa mereka langsung melakukan pengejaran dan penangkapan. Kemudian petugas menangkap empat pelaku lainnya Agus Ramadani, Novi Andri Syahputra, Mhd. Fadil Lubis, Abdul Imam Akbar, di lokasi berbeda," bebernya.
Sandi menambahkan, saat ini masih ada enam tahanan kabur lainnya yang belum diketahui keberadaannya. Dia mengimbau kepada para tahanan yang masih kabur untuk menyerahkan diri. Apabila hingga kurun waktu yang ditentukan tidak menyerahkan diri akan diberikan tindakan tegas.
" Kita imbau kepada para tahanan yang masih buron untuk menyerahkan diri. Apabila nantinya imbuan itu tidak diindahkan akan diberikan tindakan tegas. Keberadaan pelaku lain masih di petakan karena kita sudah bentuk 12 tim. Target secepatnya tertangkap," ucapnya.
Seperti diketahui, 12 orang tahanan kabur dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsekta Percut Sei Tuan pada Jumat (30/12/2016). Berdasarkan rekaman CCTV, para tahanan kabur pada pukul 04.50 WIB. Ke 12 tahanan ini melarikan diri saat petugas piket sedang tertidur.
Empat petugas piket pada saat kejadian adalah Aiptu A Manurung dan Brigadir Putra Surbakti, serta petugas piket SPKT Bripka C Lubis dan Bripka CH Naibaho.
Para tahanan memanfaatkan situasi dengan cara menggergaji jeruji besi ventilasi ruang tahanan. Petugas baru mengetahui ada tahanan kabur setelah menghitung jumlah tahanan di Polsek Percut Seituan sekitar pukul 06.30 WIB. (Mls)
