INTAIKASUS.COM - Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi MSi menghadiri perayaan Imlek dan mengunjungi kediaman tokoh-tokoh Tionghoa dalam mengisi kegiatan pada libur tahun baru Imlek 2568, Sabtu dan Munggu (28-29/1/2017).
Gubsu mengajak kepada warga tionghoa dan seluruh masyarakat Sumut untuk hidup berdampingan secara harmonis dan rukun dalam keberagaman.
" Mari kita bersatu, saling menghargai dan menghormati, mengedepankan toleransi dan kerukunan untuk Sumatera Utara yang rukun, damai dan sejahtera. Semoga pada tahun ini kita semua dianugerahi kesehatan dan rezeki," katanya.
Kata Erry, semoga di tahun shio Ayam Api selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan sehingga apa yang kita cita-citakan akan tercapai. "Mari kita bergandengan tangan dalam mewujudkan Sumut Paten", ujar Erry.
Kunjungan perayaan Imlek diawali pada Sabtu, (28/1), di mana Gubernur Sumatera Utara Ir. HT. Erry Nuradi MSi menghadiri perayaan Imlek bersama tokoh Tionghoa Supandi Kusuma di Gedung Wushu.
Pada sore hari dan malam Gubsu mengunjungi kediaman keluarga Indra Wahidin di komplek Taman Setia Budi Indah Medan dan dilanjutan ke kediaman Ir. Djosianto Law, Jalan Diponegoro Nomor 28 Medan.
Selanjutnya, pada hari Minggu, Erry hadir pada perayaann Imlek yang digelar oleh anggota DPR RI komisi X dr Sofyan Tan, Minggu (29/1) di Yayasan Perguruan Iskandar Muda dan openhouse di kediaman Gunawan Tio di Jalan Tjut Nyak Dien, Medan.
Pada perayaan Imlek di Yayasan Perguruan Iskandar Muda tersebut, hadir juga Walikota Medan Zulmi Eldin, Bupati Serdang Bedagai Soekirman, sejumlah anggota dewan Kota Medan.
Gubsu membeberkan Sofyan Tan merupakan tokoh pluralisme, ini dilihat dari sekolah yang dibangunnya tak hanya memiliki siswa yang berbagai suku dan etnis serta ras, juga di komplek yayasan tersebut memiliki tempat ibadah seperti mesjid, gereja,vihara, klenteng. Menteri Pendidikan RI meresmikan pura.
" Seorang dokter Sofyan Tan bisa mencontohkan ke Bhineka Tunggal Ika, walau kita berbeda-beda tapi satu," bebernya.
Tak hanya itu, Erry juga menjelaskan Sumut merupakan negeri berbilang kaum, disini semua etnis ada. Secara garis besar ada 3 etnis yakni lokal, nusantara dan mancanegara.
" Oleh karena keragaman Sumut ini sering disebut negeri berbilang kaum, bukan hanya perbedaan etnis, agama, partai tapi kerukunan membuat Sumut ini indah," jelasnya.
Dikatakannya, Sumut bersyukur ada tokoh seperti Sofyan Tan seorang tokoh pluralisme yang menjadi wakil di DPR RI komisi X yang membidangi pendidikan dan olahraga. (Rel)