Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Jenazah Rawi dan Jenazah Putra

INTAIKASUS.COM - Petugas kepolisian berhasil mengungkap pelaku pembunuhan pengusaha air softgun Indra Gunawan alias Kuna di depan tokonya, Jalan Ahmad Yani, Medan, Rabu (18/1/2017), yang dibunuh oleh pembunuh bayaran. Para pelaku yang ditangkap berjumlah 8 orang, dua di antaranya ditembak mati polisi.

Penangkapan pelaku pembunuhan Kuna berawal dari penyelidikan kasus percobaan pembunuhan korban pada 5 April 2014. Saat itu yang menjadi korban adalah Wiria, karyawan di toko milik korban.

" Ternyata mereka juga mendapat tugas untuk membunuh korban 18 Januari lalu. Nah dari mereka lah kita melakukan penelusuran siapa yang menyuruh melakukan pembunuhan," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Minggu (22/1/2017).

Keenam pelaku yang ditangkap dan masih hidup yaitu Jo Hendal alias Zen (41) warga Jaan Sukaraja, Kabupaten Batubara, Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang, Medan Petisah, John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli, Medan.

Kemudian, Wahyudi alas Culun (33) warga Jalan Karya Jaya, Gang Karya Ikhlas, No. 14, Medan Johor serta Muslim (31) warga Jalan Sampali No. 74, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area dan RJ alias Raja, Warga Medan ditangkap di Jambi.

" Culun dan Muslim ini merupakan pelaku percobaan pembunuhan korban 5 April 2014 lalu," kata Rycko.
Dari pengakuan Muslim dan Culun, polisi mendapatkan nama Jo Hendal alias Zen yang berperan sebagai pengendara motor saat pembunuhan terjadi.

Dalam pemeriksaan, Jo Hendal mengaku diperintah oleh Ketua AMPI Rayon Medan Petisah Rawindra alias Rawi yang ditembak mati. Kemudian polisi menangkap Putra yang menjadi eksekutor penembakan.

" Saat penangkapan Rawi melawan dengan menggunakan samurai sehingga ditembak petugas dan meninggal dunia, begitu juga Putra. Keduanya meninggal dunia," kata Rycko.

Informasi diperoleh, sebelum ditembak mati polisi, Ketua AMPI Rayon Medan Petisah Rawindra alias Rawi sempat ditangkap terlebih dahulu dan dibawa ke komando. Untuk pengembangan, Rawi dibawa keliling oleh polisi untuk menangkap pelaku lainnya.

Saat itulah Rawi mungkin melawan dengan polisi dan ditembak tepat di dadanya. "Sebelum mati si Rawi sempat dibawa ke kantor polisi, untuk pengembangan dia (Rawi) dibawa keliling polisi, mungkin melawan dia, makanya ditembak," cerita sumber.

Sementara, otak pelaku pembunuhan korban adalah RJ alias Raja yang ditangkap di Provinsi Jambi. Raja diketahui seorang pengusaha tambang. Para pelaku dijanjikan dibayar sebesar Rp 2,5 miliar untuk menghabisi nyawa korban.

" Sudah diterima Rp 50 Juta oleh tersangka Rawi, kita masih terus mendalaminya," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho.

Sandi mengatakan motif pembunuhan korban adalah dendam pribadi. Tersangka RJ tidak terima dengan kata-kata korban yang menyakiti hatinya. "Motifnya adalah dendam pribadi," kata Sandi.

Sementara, kerabat korban bernama Mohan menyangka RJ yang dimaksud merupakan pengusaha tambang yang juga Ketua Organisasi Agama Hindu di Sumut.

" RJ saya duga si Raja, dia memang tinggal di Jambi, jadi memang kasus ini terkait dengan kritikan korban terhadap kepengurusan RJ sebagai Ketua Organisasi Agama Hindu," kata Mohan, seraya mengapresiasi polisi mengungkap kasus pembunuhan ini.

Terpisah, adik salah seorang tersangka Rawi, di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Jalan Wahid Hasyim, menangis histeris melihat jasad abangnya ditembak mati polisi.

" Polisi biadap, kenapa abangku dimatikan," ucap adik tersangka Rawi. "Buat apa kalian tahu namaku," bentaknya kepada wartawan.

Diketahui, Rabu (18/1/2017), pengusaha air softgun Indra Gunawan alias Kuna (45) ditembak mati di depan tokonya Jalan Ahmad Yani Medan, saat baru turun dari mobil. (Net)
Leave A Reply