Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Ketua OJK Regional 5 Lukdir Gultom dan Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi.

INTAIKASUS.COM - Pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Utara tahun 2017 diharapkan dapat lebih agresif lagi dibanding tahun sebelumnya. Di hadapan pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan, Gubernur Sumut Erry Nuradi menargetkan kredit perbankan tumbuh setidaknya 9 persen tahun 2017.

" Kami yakin bahwa pertumbuhan kredit perbankan di Sumut selama tahun 2016 yang terealisasi sebesar 3,05 persen dapat lebih agresif lagi di tahun 2017 yang diharapkan dapat tercapai setidaknya 9 persen," ujar Erry pada Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017 yang diselenggarakan OJK Regional 5 Sumbagut, Santika Dyandra Hotel, Medan, Selasa (24/1/2017).

Peningkatan pertumbuhan kredit perbankan menurut Erry untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Sumut pada kisaran 5,2 - 5,6 persen. "Target ini tentunya harus didukung penuh oleh peran OJK dan industri jasa keuangan di Sumatera Utara," tandas Erry.

Tahun 2016 bukanlah tahun yang mudah karena dinamika pemulihan ekonomi global dan nasional berlangsung begitu cepat. Begitupun, laju pertumbuhan ekonomi Sumut sampai dengan kumulatif triwulan III tumbuh sebesar 5,15 persen. Lebih tinggi dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 5,02 persen.

Erry menilai realisasi pembiayaan untuk mendukung program pemerintah di empat sektor yaitu infrastruktur, pangan dan energi, kemaritiman serta kesehatan meruapakan langkah yang strategis.

Secara khusus, Erry juga mengungkapkan dukungannya agar Sumut segera memiliki program jaring yaitu kredit pembiayaan di sektor maritim. Program itu menurut Erry dapat membantu peningkatan dan penguatan ekonomi Sumut khususnya di kawasan Pantai Barat yang memiliki potensi perikanan cukup besar.

Hadir dalam pertemuan Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Lukdir Gultom, Kepala BPKP Sumut Mulyana, Pimpinan BI Medan Arif Budi Santoso, Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan dan pimpinana Bank.

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Lukdir Gultom menjelaskan, "kinerja sektor jasa keuangan domestik Sumatera Utara pada tahun 2016. Di antaranya pertumbuhan kredit sebesar 3,05 persen dibawah angka nasional 8,54 persen dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 8,19 persen, juga di bawah angka nasional sebesar 8,40 persen.

Sementara pada tahun 2016 angka loan to deposit ratio (LDR) perbankan menyentuh 93,22 persen. Kredit dan pembiayaan di Sumut jika dibandingkan dengan angka nasional pada tahun 2016 yaitu sektor infrastruktur 6,79 persen (nasional 8,51 persen), sektor pangan dan energi mencapai 23,82 persen (nasional 23,35 persen), kemaritiman 3,88 persen (nasional 9,23 persen) dan sektor kesehatan 10,97 persen (nasional 12,18 persen).

" Inisiatif strategi OJK tahun 2017 dibagi atas dua fokus yaitu upaya meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam pembangunan ekonomi nasional dan upaya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan," paparnya.

Lukdir memuji program kredit suku bunga rendah yang diluncurkan PT Bank Sumut tahun 2016. Dia menghimbau agar bank lainnya dapat mengikuti langkah Bank Sumut dalam mendorong pertumbuhan kredit perbankan di Sumut. (Rel)
Leave A Reply