INTAIKASUS.COM - Permasalahan yang diberikan pihak PLN pada malam tahun baru, 1 Januari 2017 sekira pukul 02.40 WIB, lalu, akhirnya menjadi topik diskusi antara pihak PLN Sumbagut, PT. Pertamina Gas, dengan para stakeholder tentang kelistrikan di Sumut, Jum'at (06/01/2017) siang.
Dalam diskusi yang di gelar di Kantor PLN Kit SBU, Jalan Brigjen Katamso KM 5,5, Kel. Titi Kuning, Kec. Medan Johor itu, dipimpin langsung oleh Ketua Komite II DPD-RI, Parlindungan Purba, SH selaku wakil rakyat untuk meminta keterangan langsung dari kedua belah pihak terkait insiden padamnya listrik menyambut tahun baru 2017.
" Saya sampaikan bahwa akibat terjadinya pemadaman listik pada malam tahun baru kemaren, banyak telpon masuk kepada saya, mereka mengatakan sangat kecewa dengan kinerja PLN Sumut. Jadi saya selaku DPD RI, yang notabenenya mewakili masyarakat mempertanyakan alasan pihak PLN terkait padamnya listrik pada malam tahun baru. Karena dalam hal ini boleh dikatakan menjadi kado terburuk dimalam pergantian tahun tersebut", ujar Parlindungan Purba dalam pertemuan bersama pihak PLN.
" Kami dari pihak PLN Sumbagut meminta maaf yang sebesar-besarnya atas insiden black out saat malam tahun baru beberapa hari lalu. Setelah kita telusuri, ternyata ada kesalahan tekhnis dari pipa pemasok gas sebagai tenaga utama pembangkit listrik di Belawan dan memakan waktu hingga 23 jam untuk dapat kembali menstabilkan kebutuhan listrik di Sumbagut terkhusus di Medan," jelas Sugiyanto selaku General Manager PLN Sumbagut.
Sementara itu, pihak PT. Pertamina Gas sendiri sangat menyayangkan hal tersebut dan memaparkan penyebab berhentinya pasokan gas sebagai sumber utama listrik di Sumbagut.
" Secara tekhnis memang ada penghentian suplay gas yang pada sistem protectionnya, jika ada masalah, secara otomatis katup dari pipa gas akan tertutup dan menghentikan suplay gas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, saat pipa gas bocor disitu secara otomatis tertutup dan menghambat gas untuk keluar sebagai penyuplay," papar Agung Indri Pramanto selaku Manager Nortern Sumbagut PT. Pertamina Gas.
Setelah mendapatkan pemaparan tersebut, akhirnya dapat diambil kesimpulan oleh wakil rakyat yang menekankan kepada pihak PLN dan PT. Pertamina Gas untuk segera mengambil tindakan dan mengantisipasi, supaya hal serupa tidak terulang kembali.
" Dapat saya ambil kesimpulan bahwa sistem pengaturan pembagian beban listrik di Sumut harus di tingkatkan, PLN dan Pertagas harus selalu berkoordinasi, dan sistem jaringan di sumut sudah ketinggalan serta Sumut jangan di anak tirikan oleh pemerintah," tandas Parlindungan Purba. (Red)