INTAIKASUS.COM - Menanggapi pemberitaan yang muncul di beberapa media cetak, telah damainya para parbetor dengan para pengendara angkutan berbasis online di Medan, Koordinator Umum SATU (Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum) angkat bicara. Kepada wartawan, ia mengaku bahwa perdamaian antara pihaknya dengan angkutan berbasis online adalah bohong.
" Saya ingin klarifikasi berita hari ini di hampir setiap media yang menyatakan bahwa saya Johan Merdeka selaku koordinator umum SATU sudah berdamai dengan pihak Go Jek adalah bohong besar dan fitnah," jelasnya kepada wartawan melalui pesan singkat.
Menurutnya, pasca pertemuan yang difasilitasi oleh pihak kepolisian Polrestabes Medan, pihaknya masih mendapat aksi sweeping dan penganiayaan.
" Meski sudah difasilitasi oleh bapak Wakapolrestabes Medan, mereka tetap saja melakukan aksi sweeping dan menganiaya sejumlah abang betor seperti yang terjadi di USU Jum'at lalu," bebernya.
Lanjutnya, damai adalah bila pemerintah menghentikan dan menutup operasional angkutan berbasis online tersebut. "Bagi kami, kata damai terhadap angkutan illegal berbasis online tersebut ketika pemerintah menghentikan dan menutup operasional angkutan ilegal berbasis online yang ada di Kota Medan ini," tegasnya.
Pihaknya akan terus melanjutkan tuntutan mereka terhadap para abang becak atas penganiayaan yang dialami. "Apalagi, beberapa abang becak yang luka parah masih dalam perawatan dan kami masih tetap pada tuntutan awal. Tak akan berhenti memperjuangkan agar angkutan ilegal yang berbasis online tersebut ditutup tanpa syarat," ungkapnya. (udn)