Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Seekor harimau Sumatera ditafsir berusia 8 bulan yang hidup di kawasan Hutan penggunaan terbatas (hutan Dolok Nalungun) mati mengenaskan di bunuh masyarakat yang bermukim di dusun Kuala indah KM 5 desa terang bulan, Kec. Aek natas, Labuhanbatu Utara, Kamis (25/08/2017) Pagi.

Informasi yang diterima menyebutkan, sebelum mati hewan yang sudah hampir punah keberadaan nya itu kerap dilihat warga melintas di sekitar pemukiman masyarakat, namun naas hewan yang yang keberadaannya dilindungi oleh negara itu masuk ke pemukiman masyarakat dan memangsa hewan ternak warga yang bermukim tidak jauh dari kawasan hutan Dolok Nalungun dan mati dibantai warga yang bermukim tidak jauh dari kawasan hutan tersebut.

" benar, sebelumnya harimau itu kerap menunjukkan wujudnya dan dilihat masyarakat, mungkin karena rasa takut masyarakat sehingga masyarakat mengambil tindakan sehingga membunuh harimau itu " kata Kepala dusun, Zulkarnain, Jumat (26/05/2017).

Dia juga mengaku bahwa sebelumnya pihak nya sudah melaporkan atas keberadaan harimau itu kepada kepala desa setempat untuk di tindak lanjuti," tepat nya tanggal 17 Mei 2017 yang lalu saya sudah memberikan informasi keberadaan harimau itu kepada kepala desa " akunya.

Terkait hal itu, Kapolsek Aek natas, AKP Rusbeni membenar kan atas insiden tewasnya harimau Sumatera itu yang dibunuh masyarakat, kepada wartawan dia juga mengatakan bahwa pihaknya Terjun kelokasi bersama pihak BKSDA Sumut guna melakukan evakuasi terhadap harimau Sumatera tersebut yang sudah dilakukan pemakaman secara adat oleh masyarakat sekitar," setelah dievakuasi dari sana, pihak BKSDA membawa bangkainya ke Medan guna melakukan penyelidikan lebih lanjut " kata Kapolsek.

Dia mengaku bahwa Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, matinya harimau Sumatera itu atas keresahan dan ketakutan yang dirasakan masyarakat.

Sementara Kabid wilayah Dua BKSDA, saat di konfirmasi wartawan mengaku tidak pernah menerima laporan dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten atas keberadaan harimau yang kerap melintas di sekitar pemukiman warga," kami tidak pernah terima laporan, kemarin itu pihak LSM lah yang memberitahu kami bahwa ada harimau yang mati di bunuh masyarakat" ucap Suseno.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengamankan harimau tersebut guna melakukan penelitian dan outopsi terhadap bangkai harimau tersebut," masih di periksa, karena ada beberapa organ tubuhnya yang hilang " jelasnya. (Tim)

Leave A Reply