INTAIKASUS.COM - Ribuan organisasi masyarakat (Ormas) Islam melakukan Pawai Ta'aruf dan Tabligh Akbar untuk memberikan himbauan terhadap kegiatan yang mengganggu umat Islam melaksanakan ibadah puasa selama Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan himbauan dengan pawai berkeliling berpusat di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Jalan KL Yos Sudarso, Belawan, Sabtu (20/5) pukul 14.00 WIB.
Ribuan massa dengan kendaraan roda 2, roda 3 dan roda 4 berangkat dari titik pusat berkumpul mengelilingi jalur yang ditentukan.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, mari kita serukan Belawan bebas dari lokasi maksiat, Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak orator yang menggiring massa untuk melakukan pawai.
Dengan dikawal petugas dari Polres Pelabuhan Belawan, ribuan massa berjalan beriringan menuju salah satu lokasi judi di Kampung Salam, Belawan. Di lokasi judi yang sudah tutup, massa emosi masuk ke dalam areal sambil mengambil barang bukti berupa alat yang dijadikan untuk permainan judi.
"Ini apa, lokasi ini tempat main judi, bawa semua barang – barang yang ada, ini jadi bukti, bahwa Belawan masih kotor dari lokasi maksiat. Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak massa di areal yang dijadikan lokasi judi.
Massa yang tampak emosi ditenangkan polisi, sebagian barang yang berada di dalam rumah sebagai tempat lokasi judi dirusak massa. Polisi mencoba menengkan massa.
" Hancurkan saja, jangan lagi lokasi ini dibuka dari sekarang sampai selamanya, kalau tetap buka kami akan menutupnya. Jangan rusak Belawan dengan kegiatan judi," teriak massa yang sambil menyegel dengan surat himbauan.
Setelah sejumlah alat yang dijadikan untuk judi dirusak, massa meninggalkan lokasi dan kembali melakukan pawai menuju ke kota Belawan.
"Kami himbau kepada pengusaha minuman keras, rumah makan, tempat hiburan dan lokasi judi agar tidak merusak pelaksanaan ibadah puasa umat Islam nanti," himbau orator.
Pawai yang terus berlangsung mengelilingi lingkungan masyarakat sempat terjadi kemacetan akses menuju ke Pelabuhan Belawan. Dengan pengawalan dan pengamanan polisi, massa dapat berjalan beriringan melakukan pawai.
Massa dari ormas Islam kembali mendatangi salah satu lokasi yang kerap dijadikan tempat permainan judi di Jalan Karo, Belawan. Di lokasi itu, massa yang sudah ditenangkan hanya memberikan brosur himbauan dan mengajak masyarakat untuk menghargai bulan suci Ramadhan.
Selama perjalanan konvoi berlangsung, orator terus memberikan himbauan kepada masyarakat dan pihak – pihak agar tidak merusak bulan suci ramadan dengan kegiatan maksiat.
" Kami mau Belawan ini bersih dari lokasi maksiat. Belawan harus kondusif, aman dan bersih dari narkoba dan kegiatan prostitusi lainnya. Allahu Akabr, Allahu Akbar," teriak orator dengan micropon.
Ribuan massa yang telah digiring dengan pengawalan polisi, melanjutkan pawai menuju ke kawasan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Deli untuk memberikan himbauan.
Pawai massa kembali emosi setelah melintas di kawasan pinggiran benteng Sungai Deli, pasalnya, sejumlah kafe – kafe lesehan menjadi sasaran amukan massa nyaris terjadi adu fisik dengan pemilik warung.
" Allahu Akbar, kami umat Islam tidak ingin ada kegiatan maksiat selama bulan suci Ramadhan, mari kita jaga ketertiban, kepada saudara kami jangan ada yang anarkis," ajak orator kepada massa yang melakukan pawai.
Kegiatan Pawai Ta'aruf yang diikuti sejumlah ustadz dan tokoh agama di Medan Utara dilanjutkan dengan acara kegiatan Tabligh Akbar yang dihadiri oleh Al Ustadz Muhammad Sugiarto, Al Ustadz Latifkan kemudian diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran yang akan berlangsung di Belawan. (Red)