INTAIKASUS.COM - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menunjuk Irjen Polisi Paulus Waterpauw sebagai Kapolda Sumatera Utara menggantikan Irjen Polisi Rycho Amelza Dhaniel yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumut adalah sangat tepat dan sungguh dibutuhkan masyarakat Sumatera Utara dalam penegakan hukum yang berkeadilan.
Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga pelaksana tugas dan fungsi keorganisasian dari Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat yang memberikan pembelaan, dan perlindungan anak di Indonesia menilai kehadiran sosok bapak Paulus Waterpauw putra Tanah Papua yang mempunyai motto hidup "Tidak mau disebut jago kandang" ini adalah sosok prajurit Polri yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi meningkatnya kasus-kasus kejahatan terhadap Anak dan Perempuan serta kejahatan-kejahatan yang terorganisasi dan sistemik khususnya kasus kriminal yang masuk dalam kategori luar kriminal luar biasa (extra ordinary crime), demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (03/06/17) dalam menyambut kehadiran Irjen Pol Paulus Waterpauw sebagai Kapolda Sumut.
Masyarakat sudah sangat membutuhkan pimpinan Polri di Sumut yang tegas namun dekat dihati rakyat untuk menangkal dan menegakkan hukum terhadap segala bentuk kejahatan, paham radikalisme, kebencian, kekerasan dan persekusi yang tengah menjadi fenomena menakutkan ditengah-tengah masyarakat yang dilakukan atas nama identitas agama.
" Selamat datang di Sumatera Utara pak Paulus, Horas! Menjua-juah, Yahobu, dan selamat bertugas sukses selalu". tambah Arist Merdeka Sirait sahabat anak Indonesia menyambut Irjen Pol Paulus Waterpauw.
Meningkatnya kasus-kasus kekerasan terhadap anak di wilayah hukum Sumatera Utara, khususnya kasus kejahatan seksual-seksual bergerombol (geng rape) terhadap anak yang telah meresahkan dan menakutkan masyarakat Sumatera Utara sangat membutuhkan sosok tegas dari Kapolda Sumut Putra Tanah Papua dan menjadikan anak dan perempuan Sumut sahabat Polda Sumut dan masalah anak dan perempuan menjadi prioritas penegakan hukum di Polda Sumut disamping kasus-kasus strategis dan sistematis lainnya seperti pemberantasan Sindikat narkoba, teror, perdagangan manusia, judi serta penangkapan paham radikalisme dan persekusi.
Wujud kepedulian dan komitmen Irjen Polisu Paulus Waterpauw semasa menjabat Kapolda Papua terhadap masalah-masalah anak dan perempuan di Papua sudah teruji, atas kerjasama Komnas Perlindungan Anak Anak, Polda Papua dan Pemerintah Daerah Propinsi Papua, dua tahun lalu telah memfasilitasi mendirikan Rumah Aman (savety house) untuk Anak dan perempuan korban Kekerasan dilingkungan Polda Papua.
Kehadiran Rumah Aman bagi Anak dan Perempuan korban kekerasan dilingkungam Polda Papua adalah satu-satunya di Indonesua dan patut ditiru.
Untuk membekali dan memberikan kemampuan para penyidik Polri khususnya para polwan penyidik di Unit PPA di masing-masing Polres, atas kerjasama dengan Komnas Perlindungan Anak juga telah memfasilitasi pelatihan untuk Pelatih (ToT) dalam penanganan kasus pelanggatan hak anak dan perempuan dengan menggunakan motto Polri sahabat anak.
Dengan pengalaman itu, Komnas Perlindungan Anak mendorong Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Sumatera Utara untuk segera merapat ke Polda Sumut untuk membangun kerjasama strategis dalam penanganan pelanggaran terhadap anak.
" Ayo,...bahu membahu menyelamatkan anak dari segala bentuk kekerasan, penganiayaan, eksploitasi dan penelantaran", desak Arist Putra Siantar berambut putih. (Rel)