Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM -  Sebanyak 150 prajurit, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Persit dari satuan jajaran Korem 023/KS menghadiri sosialisasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom) di alua GUPALA Makorem 023/Kawal Samudera (KS) Jalan datuk itam Sibolga, Rabu (15/11/2017 ). Tujuan acara ini untuk merefresh dan mereview kembali pengkhianatan yang dilakukan oleh komunis terhadap Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia.

Hal ini, sangat erat kaitannya dengan tema yang diangkat, yaitu "Melalui Pembinaan Antisipasi Balatkom Dan Faham Radikal, Prajurit TNI AD Senantiasa Waspada Dan Mampu Mengambil Langkah yang Tepat Dalam Mengamankan dan Menjaga Keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Segala Bentuk Ancaman Terutama Bangkitnya Kembali Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal".

Seperti diketahui, berdasarkan Ketetapan MPRS No. XXV/1966 sampai saat ini masih menjadi momok bagi siapapun yang ingin menghidupkan kembali ideologi dan paham Komunis di Indonesia. Bangsa Indonesia hingga detik ini masih trauma dengan sebuah tragedi nasional yang terjadi pada tahun 1965, sejarah telah mencatat bahwa pada 1 Oktober 1965 diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Sementara itu WS Kasrem 023/KS Letkol Inf Drs Nelson Rajagukguk membacakan amanat Danrem 023/KS Kol Inf Donni Hutabarat mengatakan mencermati berkembangnya kembali ancaman yang dapat membahayakat kedaulatan maupun keutuhan wilayah NKRI baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri yaitu bahaya laten komunis dan faham radikal. "Apalagi, akhir-akhir ini ada indikasi kedua kelompok tersebut ingin menghidupkan kembali ideologi mereka yaitu dengan cara mengadakan pertemuan-pertemuan berkedok silaturahmi dan melakukan kegiatan propaganda di media massa maupun elektronik," katanya.

Untuk itu, kata Danrem, Korem 023/KS menganggap perlu adanya pembinaan bagi prajurit dan apkowil, sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahun dan pemahaman tentang bahaya laten komunis dan radikal. "Sehingga para prajurit Korem 023/KS mampu mengambil langkah yang tepat dalam mencegah berkembangnya ajaran yang dilarang di Indonesia. Ke depannya upaya proaktif dari apkowil dan unsur intelijen yang ada di jajaran Korem 023/KS, dapat tercipta dengan baik agar prajurit senantiasa dapat mewaspadai dan memonitor kegiatan yang menyimpang di wilayah," kata beliau.

Sementara itu Pasi Tahwil Korem 023/KS Mayor Inf T Barus sebagai pemberi materi tentang bahaya laten komunis mengatakan, dalam dinamikanya mereka akan tetap terus hidup dan bergerilya menunggu saat yang tepat untuk bangkit kembali. 

" Walaupun Komunis telah kalah, dalam dinamikanya mereka akan tetap terus hidup dan bergerilya menunggu saat yang tepat untuk bangkit kembali. Paham Komunisme telah diwaspadai sebagai bentuk bahaya laten dan sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia. 

Sementara itu upaya membalikkan fakta sejarah juga terus dilakukan oleh PKI agar tercipta sebuah citra bahwa merekalah yang justru menjadi korban dan menjadi Pahlawan bagi Indonesia," kata Mayor Barus.

" Ideologi komunis sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila, dan bangsa Indonesia sangat menolak keras apapun indikasi dan gerakan-gerakan yang berusaha untuk menghidupkan kembali paham tersebut. Untuk itu dibutuhkan pemahaman dan kesadaran untuk berwawasan nasional, cinta tanah air dan keikhlasan berkorban kepada bangsa dan Negara, terutama bagi generasi muda penerus bangsa," ujar beliau. (Red / Pendam 1)
Leave A Reply