Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COMMerasa laporannya lamban ditindak lanjuti oleh petugas Polsek Percut Sei Tuan, Kamis (22/3), puluhan jemaat Gereja HKBP Pardamean menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolsek Percut Sei Tuan.
Dengan membawa spanduk, para jemaat yang berunjukrasa mengaku kecewa dengan kinerja polisi yang dianggap mereka tidak mampu menangani kasus penggelapan uang sebesar Rp121 juta yang dilakukan Bendahara Gereja HKBP Pardamean bernama Sintua Togi Tampubolon.

" Kami kecewa dengan kinerja Kapolsek Percut Seituan, Kompol Hartono. Sudah delapan bulan pengaduan kami tidak juga ditindaklanjuti dan terkesan ditutupi," kata salah seorang jemaat bernama Arthur Simanjuntak.

Bahkan kekecewaan jemaat semakin memuncak setelah mendengar penjelasan dari pihak personil Polsek Percut Seituan yang mengatakan kasusnya dapat dilanjuti menunggu hasil tim audit. Sehingga sampai saat ini tindak pidana tentang dugaan penggelapan tidak dapat diproses hukum.

" Kok harus menunggu tim audit. Ini jelas ada kongkalikong antara bendahara dengan polisi. Kami yang datang ke Polsek telah menjadi korban," ucap Arthur saat menyampaikan aspirasinya.

Melihat jemaat yang berteriak di depan Polsek Percut Seituan, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Hartono pun bergerak cepat menemui para pendemo memberikan penjelasan. Dalam penjelasannya Hartono, menerangkan kasus penggelapan di Gereja HKBP Pardamean masih dalam penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi. 

" Tetap kami proses. Tapi harus menunggu keterangan dari tim audit untuk dapat mengungkap kasus penggelapan di Gereja HKBP Pardamean," ujarnya.

Usai mendengar penjelasan dari Kapolsek Percut Seituan, para jemaat Gereja membubarkan diri dan berencana melanjutkan unjuk rasa ke Polda Sumut. (Int)
Leave A Reply