INTAIKASUS.COM, (Medan) - Dengan viralnya perampasan kartu tanda anggota milik oknum wartawan di salah satu media online oleh oknum petugas Satlantas Polrestabes Medan, menyebabkan tim investigasi dan sejumlah wartawan dari berbagai media mendatangi tempat oknum anggota polisi tersebut bertugas, Kamis (26/07/2018) sekitar pukul 10:00 wib, di Jalan Bukit Barisan, samping Lapangan Merdeka Medan.
Oknum anggota Satlantas Polrestabes Medan bertugas dibagian Patroli itu belakangan diketahui bernama Rasoki SRG.
Menurut keterangan yang di himpun, kejadian berawal saat wartawan Sendrianus Laia yang berkendara diberhentikan oleh oknum polisi tersebut. Rabu (25/07/2018) pukul 07.30 Wib.
Sempat terjadi saling beradu argumen, dan tidak ada titik temu antara keduanya, selanjutnya Pimpinan Redaksi oknum wartawan media online bernama Edison Gulo yang diberitahu anggotanya langsung turun guna melakukan mediasi.
"Hari ini kita datangi kantor Satlantas Polrestabes Medan, karna semalam anggota saya melapor kepada saya bahwa ada oknum Satlantas Polrestabes Medan yang bawa lari KTA anggota saya," ujar Edison Gulo.
Lanjutnya mengatakan, jika menegakan hukum jangan melanggar hukum, pada dasarnya kita adalah mitra kerja, tilang saja anggota saya jika melanggar aturan, saya tidak mentolerir bentuk pelanggaran apa pun. Dan pemintaan maaf RSK kami terima dan kita sudahi sampai disini," tutur Edison Gulo.
Kemudian, atas kejadian itu, oknum anggota Satlantas tersebut juga meminta maaf.
"Saya minta maaf kepada atasan saya, dan kepada kawan - kawan wartawan atas perilaku saya itu, sebagai pembelajaran kedepan terhadap saya dalam menjalankan tugas sehari-hari." ucap RSK di depan pimpinannya, AKP Arbi yang menjabat Kanit Patroli.
"Saya minta maaf kepada atasan saya, dan kepada kawan - kawan wartawan atas perilaku saya itu, sebagai pembelajaran kedepan terhadap saya dalam menjalankan tugas sehari-hari." ucap RSK di depan pimpinannya, AKP Arbi yang menjabat Kanit Patroli.
Begitu juga AKP Arbi mengatakan,
"Saya minta maaf kepada rekan - rekan wartawan yang datang disini atas perilaku anggota saya, ini suatu kesilapan di lapangan." tandasnya mengakhiri. (Ik)
