Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Papua) - Selain tugas dan tanggung jawab sehari-hari sebagai Pasukan Pengaman Perbatasan Negara antara Indonesia dan Papua Nugini di Provinsi Papua wilayah paling timur Indonesia, Satgas Yonif 121/MK dari Kodam I/Bukit Barisan juga melakukan interaksi dan Pembinaan Teritorial (Binter) terhadap masyarakat Indonesia yang berada di sepanjang garis batas negara. Binter itu sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai pembinaan terhadap sumber daya nasional yang berada dalam batas wilayah geografis tertentu untuk mendukung kepentingan nasional termasuk di dalamnya kepentingan pertahanan.

Binter sebenarnya sudah merupakan kegiatan sehari-hari yang senantiasa melekat dalam pelaksanaan tugas prajurit TNI AD, seperti halnya dalam tugas pengamanan batas negara yang dilaksanakan suatu satuan TNI AD bukan sekedar hanya menjaga batas negara namun juga diharapkan dapat membangun terwujudnya kemanunggalan TNI - Rakyat.

Salah satu bentuk Binter yang dilakukan Satgas Yonif 121/MK kali ini yaitu dengan mendatangi langsung seorang warga yang sakit pada Sabtu (25/8/2018) di Kampung Wembi Distrik Mannem Keerom Papua dimana salah satu Pos Pengamanan TNI berada di Kampung tersebut. Warga tersebut merupakan seorang Ondoafi (Kepala Adat) di Kampung Wembi yang bernama Bapak Beni Mikawa umur 60 tahun.

Beni Mikawa kesehariannya tinggal sendiri di Rumah Adat yang ada di Kampung Wembi, beliau sudah tidak memiliki istri, sementara anak-anaknya semua sudah menikah dan hidup dengan keluarga dan pasangan masing-masing. Bukannya anak-anak Beni tidak meminta Beni untuk tinggal bersama-sama mereka namun Beni memilih tinggal sendiri di Rumah Adat dan tidak mau merepotkan anak-anaknya.

Antara Pos Wembi dan Beni selama ini memiliki komunikasi yang baik, sesekali personel pos anjangsana ke Rumah Adat sekedar berbincang-bincang dengan Beni dan sebaliknya Benipun tidak jarang datang berkunjung ke pos. Namun sudah beberapa hari belakangan ini Beni jarang kelihatan dan salah seorang warga yang ketepatan lewat di depan pos mengatakan bahwa Beni sedang sakit di Rumah Adat.

Mendengar kabar bahwa Beni sakit Komandan Pos (Danpos) Wembi Lettu Ckm J. Nainggolan beserta beberapa anggotanya membesuk Beni untuk memastikan bahwa Beni memang sakit. Melihat keadaan Beni yang sedang terbaring lemas di teras Rumah Adat dekat perapian yang dibuatnya, Danpos Wembi yang juga merupakan Komandan Peleton Kesehatan (Dantonkes) Satgas yonif 121/MK langsung memeriksa keadaan Beni yang sedang sakit di Rumah Adat.

Beni memang sakit, suhu badannya panas dan lemas, tensi (tekanan darah) rendah dan denyut nadinya terlalu lemah. Setelah melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap Beni Danpos Wembi yang dibantu oleh anggotanya memberikan suntikan dan obat dan beberapa vitamin agar kondisi Beni berangsur membaik. Selesai melakukan pengobatan terhadap Beni Danpos Wembi memberikan sedikit nasehat agar Beni lebih menjaga kesehatan mengingat umur Beni sudah 60 tahun dan bukan termasuk muda lagi.

Danpos Wembi juga menyarankan agar Beni tidak tidur di teras rumah lagi dengan keadaan teras yang terbuka agar tidak muda masuk angin yang dapat menyebabkan sakit.  (Red/Pendam I/BB)
Leave A Reply