INTAIKASUS.COM, (Tebingtinggi Syahbandar) - Babinsa Koramil 24/Tebingtinggi Syahbandar, Kodim 0204/Deliserdang, Kopda Junaidi Syahputra turun ke ladang untuk menggempur hama ulat dan jamur yang menyerang pertanian kedelai milik Misno di Desa Binjai, Kecamatan Tebingtinggi Syahbandar, Kabupaten Serdang Berdagai.
"Pemberantasan hama dilakukan dengan cara penyemprotan. Karena hanya dengan cara demikian hama yang sering merusak dan mengganggu tanaman kedelai bisa diatasi," ucap Kopda Junaidi Syahputra disela-sela pendampingannya, Senin (6/8/2018).
Dijelaskannya, penyemprotan dilakukan pada daun tanaman kedelai, yakni pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan sampai dengan pertumbuhan bunga. Pada masa ini biasanya tanaman sudah mencapai umur 35 hari (dihitung rata-rata), dan bertahap sampai selanjutnya tanaman berbuah.
Berbagai jenis ragam hama yang dapat menyerang tanaman kedelai, ada yang menyerang pada masa tanaman umur masih muda, hama yang menyerang batang tanaman dan daun serta hama yang menyerang pada buah.
Jenis-jenis hama yang sering menyerang tanaman kedelai adalah Kutuhitam/coklat, lalat buah, lembing hijau, kumbang, ulat hijau, ulat grayak dan kupu-kupu. Hama-hama tersebut harus dicegah dengan cara penyemprotan insektisida dan fungisida.
Karakteristik hama tanaman kedelai bermacam-macam, untuk pencegahan dan pengendalian diperlukan jenis insektisida seperti Furadan, risodium, desinon, azodrin, Dursa bandan fomodol. Khusus untuk jenis kumbang bisa dilakukan penyemprotan pencegahan dengan Agrothion, atau Basudindan Diashinon.
Sebelum penyemprotan dilakukan, para petugas PPL mengingatkan petani kedelai agar dosis obat-obatan yang akan digunakan sesuai dengan ukuran supaya tidak mengganggu pada tanaman nantinya. Biasanya apabila kelebihan dosis akan mengakibatkan tanaman kedelai layu dan mati. Masa perawatan tanaman kedelai bisa sampai tanaman umur 60 hari, untuk selanjutnya menunggu sampai tanaman siap di panen umur maksimal 90 hari. (Penrem 022/Rel)