Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Jakarta) - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi 7,4 SR yang disusul tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, terus bertambah.

Informasi yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam press conference di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (30/9/2018) siang menyebutkan, jumlah korban jiwa sampai Minggu (30/9/2018) pukul 13.00 WIB telah mencapai 832 orang.

"Jumlah korban meninggal dunia terbesar sementara berada di Kota Palu sebanyak 821 orang, dan Kabupaten Donggala 11 orang," terang Sutopo.

Diterangkan Sutopo, korban meninggal dunia disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan akibat tsunami. Korban meninggal dunia segera dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition dan sidik jari. "Data korban di DVI Polda Palu menyebutkan, hari ini korban mulai dimakamkan secara massal untuk menghindari timbulnya penyakit," ucapnya.

Dari DVI Polda Palu juga dilansir data korban luka berat sebanyak 540 orang yang kini dirawat di rumah sakit. Jumlah pengungsi telah mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik. "Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi, korban diduga masih tertimbun bangunan runtuh, dan daerahnya belum dijangkau oleh Tim SAR," jelas Sutopo.

Sampai saat ini, lanjut Sutopo, proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan. Bantuan personel dan perlengkapan Tim SAR gabungan terus berdatangan dari Basarnas, TNI, Polri, dan Kementerian ESDM sejak Sabtu (29/9/2018) malam.

Tim Basarnas dan Tim SAR Gabungan akan melakukan pencarian korban di Kota Palu. Karena di Hotel Roa-Roa diperkirakan terdapat 50-60 orang tertimbun. Begitu juga di Mall Ramayana, Restaurant Dunia Baru, Pantai Talise, Perumahan Balaroa, dan pencarian korban di puing-puing bangunan yang hancur.

"Sejak bencana hingga hari ini, pasokan listrik di lokasi bencana masih padam. Akses komunikasi dan pergerakan alat berat sangat terbatas. Selain itu, jumlah personel dan perlengkapan juga perlu ditambah, karena kondisi jalan rusak menyulitkan pengiriman alat berat dari luar Palu. Apalagi daerah yang terdampak cukup luas," pungkasnya. (Humas BNPB Pusat/Rel)

Leave A Reply