Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM,  (Medan) - Wanita muda asal Bireun, Aceh yang ditangkap bersama mertuanya di Bandara Kualanamu karena membawa sabu mengaku dijebak. NN alis Nisa nama wanita muda itu mengaku dijebak oleh mertuanya sendiri HA alias Halimah.

Ini diutarakan perempuan berkulit putih dan berambut panjang itu saat dihadirkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus peredaran narkoba di Depan Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, Selasa (13/11/2018) sore.

Bahkan dalam kesempatan itu, wanita muda tersebut tampak tak kuasa menerima kenyataan bahwa dia kini harus berhadapan dengan kasus hukum yang berat akibat ulah mertuanya. Padahal ia baru saja sepekan menikah. 

Nisa harus bersiap menghadapi ancaman hukuman yang berat setelah Polisi menemukan sebanyak 500 gram sabu-sabu dari sepasang sepatunya, saat akan terbang dari Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis 1 Nopember 2018 lalu.

"Saya tidak tahu ada sabu-sabu itu di sepatu saya," kata Nisa saat menjawab pertanyaan Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung.

Hendri sebelumnya menyebutkan, bahwa Nisa bersama sang mertua HA alias Halimah, ditangkap karena keduanya kedapatan membawa masing-masing 500 gram narkona jenis sabu-sabu di sepatu mereka, saat akan melintasi pos pemeriksaan di Bandara Kualanamu, Deliserdang.

Halimah diperintahkan oleh seseorang bernama Abang untuk membawa barang haram itu ke Banjarmasin. Ia dijanjikan uang tunai Rp.10 juta atas jasanya itu. Karena tergiur, Halimah kemudian bersedia dan mengajak serta menantunya. 

"Beberapa hari setelah penangkapan, suami dari tersangka NN juga ditangkap di Kualanamu dengan modus yang sama, menyelundupkan sabu-sabu di sepatu," ungkap Hendri. 

Lebih lanjut Hendri menuturkan, Nisa dan Halimah kini sudah ditahan di Mapolda Sumut. Keduanya telah mengikuti serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan urin. Hasilnya negatif, artinya mereka ini murni kurir. Pengakuan mereka baru sekali ini. Tapi kita duga, keduanya terlibat dalam sindikat narkoba yang dikendalikan dari Lapangan Tanjung Gusta. Ini masih kita dalami peran mereka," pungkasnya. (Rn)
Leave A Reply