INTAIKASUS.COM, (Sumbul) - Maraknya hama tikus yang telah menyerang tanaman padi maupun jagung sangat meresahkan para petani di Desa Pegagan Julu VI Kec. Sumbul Kab. Dairi. Serangan hama tikus dimulai sejak umur tanaman padi 60 hari atau masa bunting padi. Bila hal ini tidak segara dikendalikan maka para petani akan mengalami kerugian besar karena gagal panen yang akan mempengaruhi perekonomian para perani kedepan.
Menyikapi hal itu, Kepala Desa Pegagan Julu VI Kec. Sumbul segera melaporkan keluhan ini kepada Petugas Penyuluh Perlanian (PPL) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 01/ Sumbul agar sama sama mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tikus pada lahan pertanian.
Dari laporan Ketua PPL Sumbul, maka Dinas Pertanian Kab. Dairi, Danramil 01/Sbl dan Babinsa merespon dan segera turun kelapangan untuk melihat secara langsung lahan pertanian yang mengalami serangan hama tikus.
Kabid. Tanamam Pangan Dinas Pertanian Kab. Dairi Resmina Siska Tampubolon, mengatakan bahwa pemerintah selalu merespon keluhan petani dan mengharapkan agar para Kelompok Tani tetap semangat dan tidak perlu kuatir, sebab dampak hama tikus masih kategori ringan. Dari catatan Dinas Pertanian Kab. Dairi bahwa belum pernah ada wilayah pertanian di Dairi yang masuk kategori fuso atau gagal panen akibat hama. Kendati demikian, pemerintah tetap siap bersama-sama menanggulangi hama itu.
Untuk mengatasi serangan hama tikus, dinas pertanian segera melaksanakan pertemuan dikantor desa Pegagan Julu VI pada Rabu (8/5/2019).
Pada kesempatan itu, Dinas Pertanian membagikan alat dan racun tikus masing-masing 9 kotak Tiran (pengasapan kelobang tikus) dan 3 Kaleng racun umpan klerat.
Adapun Kelompok Tani Desa Pagangan Julu VI yang menerima bantuan yaitu Poktan. Saroha, Poktan Anjumau, Poktan Wanita Karya dan Poktan Asi Tani.
Sementara itu, Danramil Sumbul, Kapten Arm L. Situmorang, S. Sos mengatakan, kesiapan TNI membantu dan membina petani menjadi tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk membantu kesulitan rakyat. Mari sama sama kita basmi dan mengharapkan agar para Kelompok Tani menggunakan pemberian alat dan racun tikus se efektif mungkin sehingga racun tidak mubazir dan tikus tetap beroperasi.
Ketua Kelompok Tani Anjumau, Sagala mengucapkan "terima kasih atas tanggapan dan respon pemerintah. Hal ini menjadi keyakinan masyarakat atas perhatian pemerintah kepada rakyat kecil," ucapnya. (Penrem 023/KS)
