INTAIKASUS.COM, (Onan Ganjang) - Secara resmi Camat Onan Ganjang membuka turnamen sepak bola Ampi Cup Tahun 2019 yang di ikuti oleh 16 tim kesebelasan dari berbagai desa di Kecamatan Onan Ganjang, Pembukaan turnamen tersebut di laksanakan di Lapangan sepak bola Desa Onan Ganjang, Sabtu (28/09/2019).
Sebagai wujud sinergitas 3 Pilar Danramil 09/Onan Ganjang diwakili oleh Serda Sarikam dan Kapolsek Onan Ganjang Iptu Sopian Sinaga, turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut.
Dalam sambutannya dan sekaligus membuka secara resmi acara turnamen tersebut, Camat Onan Ganjang Bapak Ferry Sitorus menyampaikan, bahwa pertandingan sepak bola merupakan kompetisi olahraga paling eksekutif, dimana sepak bola merupakan olah raga dengan penonton yang paling banyak di bandingkan dengan oleh raga lainnya.
"Jangan sampai hanya karena bola kaki kita malah menjadi musuh. Kita malah menjadi renggang. Kita malah membuat dendam. Banyak kejadian di luar sana, hanya karena sepakbola lalu tawuran, berkelahi dan jadi perang kampung. Itu adalah contoh tidak baik. Jangan sampai kita terjebak dalam pola pikir dangkal. Kita ini diberi anugerah untuk berfikir matang dan untuk bersabar. Jadikan sebagai ajang silaturrahmi antar desa", himbau Camat Onan Ganjang di depan para pemain dan penonton.
Ferry Sitorus juga menambahkan, "turnamen ini merupakan pertandingan untuk mencari bibit-bibit baru generasi penerus pemain bola, dalam kompetisi ini semua harus selalu menjunjung tinggi sportivitas di lapangan. Semoga dapat berjalan dengan aman dan lancar", imbuhnya.
Sementara itu, Babinsa Koramil 09/Onan Ganjang Serda Sarikam mengharapkan kepada semua tim yang bertanding, untuk menjaga Sportifitas dan fair play saat pertandingan. Pemain, official dan juga penonton harus bersikap dewasa. Jangan mengandalkan ego masing-masing.
"Permainan adalah permainan, yang kalah harus legawa dan yang menang juga tetap merendah. Kekalahan adalah pelajaran berharga, sedangkan kemenangan bukan akhir sebuah prestasi. Kalah menang itu adalah hal biasa dalam pertandingan, yang tepenting adalah sportifitas, persaudaraan dan juga pendewasaan diri", terang Babinsa.
Di lanjutkannya, untuk para suporter harus tetap tenang selama pertandingan, boleh memberikan semangat tetapi jangan sampai menyakiti perasaan orang lain. "Saya juga berpesan kepada penonton agar tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi. Kami juga memberikan rasa hormat yang tinggi kepada penonton yang tidak membuang sampah sembarangan. Kami harap sampah yang dibawa agar dibuang pada tempatnya", pungkasnya. (Penrem023)

