INTAIKASUS.COM, (Sumbul) - Ketersediaan pupuk pertanian pada kios-kios resmi harus terus tetap terjamin keberadaannya untuk memenuhi kebutuhan para petani di wilayah demi kelancaran proses pada Masa Tanam (MT) Padi Tahun 2019.
Melalui pengecekan secara langsung di kios-kios resmi itulah dapat diketahui stok pupuk yang ada sehingga dapat diantisipasi dan dipastikan para petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk terlebih pupuk bersubsidi.
Seperti Babinsa Koramil 01/sumbul Kodim 0206/Dairi, Kopda Boslan Padang yang melakukan pengecekan di Kios Pertanian milik M.Lingga, Desa Pegagan Julu 1 Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara.
Saat dikonfirmasi pada hari Kamis (7/11/2019),
Kopda Boslan Padang mengungkapkan, pengecekan ketersediaan dan harga pupuk yang difokuskan pada pupuk bersubsidi ini, bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk dan harga yang ada di kios-kios pertanian termasuk distribusinya, sehingga tidak ada penyimpangan dan sesuai dengan alokasi kebutuhan di wilayahnya.
"Sesuai hasil pengecekan di Kios Pertanian, ketersediaan pupuk jenis urea, phonska, SP36, ZA dan pupuk organik di wilayah Desa Pegagan Julu 1 hingga saat ini masih aman dan tidak mengalami kelangkaan. Demikian pula dengan harganya sudah sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah serta terjangkau oleh para petani," ucapnya.
Kopda Boslan Padang selalu melakukan pemantauan ketersediaan pupuk di wilayah binaan untuk mengetahui stok pupuk yang ada di kios-kios pertanian dikaitkan dengan alokasi kebutuhan kelompok tani (Poktan) yang ada di wilayah tersebut.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan akibat penimbunan ataupun penyimpangan dalam pendistribusian di luar alokasi RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok, -red), sehingga ketersediaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi tetap terjamin sesuai alokasi kebutuhan para petani yang ada di wilayah masing- masing.
"Terjunnya para Babinsa ini sebagai bagian dari upaya khusus pendampingan ketahanan pangan dalam mendukung dan mensukseskan pencapaian swasembada pangan yang diprogramkan pemerintah," ungkapnya. (Penrem023)