Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto memberikan pemahaman dan ceramah bahaya paham radikalisme dan terorisme dan strategi menghadapinya kepada ibu-ibu pengurus Pia Ardhya Garini Lanud Soewondo di aula Silindung Lanud Soewondo, Selasa (12/11/2019) pagi.
Dalam paparannya Kompol Eko Hartanto menjelaskan, terorisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringannya, namun lebih dari itu terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan idiologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat.
"Tumbuh suburnya terorisme tergantung dilahan mana ia tumbuh dan berkembang, jika ia hidup di lahan gersang maka terorisme sulit menemukan tempat, sebaliknya jika ia hidup di lahan subur maka ia akan cepat berkembang," katanya.
Eko menyebutkan, radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme dan radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkir balikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (Violence) dan aksi-aksi yang ekstrem.
Ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal di antaranya intoleran (tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain), fanatik (selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah), ekslusif (membedakan diri dari umat Islam umumnya), revolusioner (cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan).
"Memiliki sikap dan pemahaman radikal saja tidak mesti menjadikan seseorang terjerumus dalam paham dan aksi terorisme," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini, ada faktor lain yang memotivasi seseorang bergabung dalam jaringan terorisme. Motivasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor domestik, internasional, dan kultural.
Karena itu, untuk menangkal paham radikal dan terorisme ada beberapa cara. Ada tiga institusi sosial yang sangat penting untuk memerankan diri dalam melindungi generasi muda yakni pendidikan, keluarga, dan komunitas.
Selain peran yang dilakukan secara institusional melalui kelembagaan
pendidikan, keluarga dan lingkungan masyarakat, generasi muda juga dituntut
mempunyai imuntas dan daya tangkal yang kuat dalam menghadapi pengaruh dan
ajakan radikal terorisme.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan kalangan generasi muda, dalam rangka menangkal pengaruh paham dan ajaran radikal yakni tanamkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI, perkaya wawasan keagamaan yang moderat, terbuka dan toleran, bentengi keyakinan diri dengan
selalu waspada terhadap provokasi, hasutan dan pola rekruitmen teroris baik di lingkungan masyarakat maupun dunia maya.
"Kemudian membangun jejaring dengan komunitas damai baik offline maupun online untuk menambah wawasan dan
pengetahuan dan bergabunglah di damai.id sebagai media komunitas dalam rangka membanjiri dunia maya dengan pesan-pesan perdamaian dan cinta NKRI," pungkas Kompol Eko Hartanto. (Rn)
Leave A Reply