Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Ratusan personel Polda Sumatera Utara (Sumut) menggelar Sholat Gerhana Matahari di Masjid Al Hidayah Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 Medan, Kamis (26/12/2019).
Bertindak sebagai Imam Shalat Gerhana Matahari di Mapolda Sumut yakni Alhafiz Rio Hamsari. Setelah Sholat lalu dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan oleh Ustaz Syamsul Yahya Panjaitan.
Ustaz Syamsul dalam khotbahnya mengatakan, Shalat gerhana matahari telah dilakukan zaman Nabi Muhammad SAW pada tahun ke 10 Hijiriyah di akhir bulan Syawal. Tujuannya agar terhindar dari bencana dan bahaya lainnya. "Jika terjadi gerhana di zaman Rasulullah, dia selalu beribadah, salat, berzikir, berdoa takbir, salawat, sampai gerhana itu berakhir. Setelah itu barulah Rasulullah sedekah dan bersedekah itu juga tidak melihat besar dan kecilnya jumlah," katanya.
Ustaz Syamsul mengaku Shalat Gerhana pertama kali dilakukan saat bertepatan dengan wafatnya putra Rasulullah bernama Ibrahim. Namun, gerhana itu bukan disebabkan wafatnya putra Rasullah, karena itu merupakan kebesaran dan kekuasan Allah SWT. "Memang, disaat gerhana matahari itu terjadi, bertepatan dengan meninggalnya putra nabi, tapi itu dibantahkan dengan sebuah hadis. Bahwa sesungguhnya gerhana merupakan tanda dari kebesaran Allah SWT," terangnya.
Ustaz Syamsul menambahkan, apabila terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan, ia menyarakan kepada umat muslim untuk selalu mengingat Allah. "Bertakbirlah, Sholat lah, lalu jika punya kelebihan rezeki, bersedekalah," pungkasnya. (Red)
Leave A Reply