INTAIKASUS.COM, (Sergai) - menanggapi isu miring yang marak di desa Gempolan, Kepala Desa Gempolan angkat bicara, data penerima bantuan tunai langsung (BTL) desa dan data penerimaan bantuan sembako dari Provinsi Sumatera Utara sudah ditentukan dengan jelas, kekisruhan itu terjadi karena kasalahan informasi dan penyampaian yang diterima warga saya," ucapnya dikantor Desa Gempolan kamis (28/5/2020) siang pukul 13.00 wib.
"Warga saya atas nama Aris Limbong (33) memang sudah terdaftar dalam bantuan sembako dari Provinsi Sumatera Utara tapi tidak terdaftar dalam BLT Desa. Kekisruhan itu akibat salah penyampaian Kadus Dusun 3 saya, dan atas kejadian tersebut saya mohon maaf. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin membagi bantuan seadil mungkin untuk masyarakat saya" tutup Ibu Kades Rosinta Sianturi.
Menganai kesalah pahaman itu Kadus 3 Gempopan Lumban Tampubolon saat di konfirmasi melalui HP mengatakan, "pada awalnya namanya memang sudah terdaftar di bantuan sembako provinsi tapi saya salah menyampaikan bahwasanya Aris Limbong masuk kedalam BLT desa. Atas kejadian itu saya mohon maaf," ucapnya.
Saat dijumpai di kediamannya, sekira pukul 16.30 Wib, Aris Limbong mengatakan kepada media Intaikasus.com "awalnya saya mendapat BLT desa ini malah diubah menjadi sembako Provinsi. Saya jadi kecewa, tapi setalah dijelaskan kejadian sebenarnya saya jadi mengerti ternyata itu adalah kesalah pahaman. "Saya mohon maaf atas kejadian ini. Dan saya berharap apabila ada kejadian seperti ini kedapannya pihak desa harus menyampaikan kepada warga agar warga bisa merasa puas," ucapnya.
Diketahui pembagian sembako dari provinsi Sumatera Utara di Desa Gempolan berjalan lancar. (Bayu)