INTAIKASUS.COM, (LANGKAT) - Prajurit TNI tiga matra dan personel Kepolisian yang beragama Islam tergabung dalam Satgas TMMD 108 Kodim 0203/Langkat, selain mampu membangun infrastruktur, ternyata bisa juga menjadi guru mengaji.
Hal ini terlihat setiap malamnya usai melaksanakan Sholat Maghrib, personel Satgas mengajarkan anak-anak Desa Batu Jongjong Kec. Bahorok Kab. Langkat, Sumut mengaji.
Kegiatan rutin selama dilaksanakannya TMMD 108 ini sebagai wujud kepedulian prajurit TNI dengan generasi penerus bangsa.
"Personel Satgas beragama Islam sejak dilaksanakannya TMMD 108 tetap membantu mengajarkan anak-anak mengaji dan belajar, "ujar Dansatgas TMMD 108 Kodim 0203/Langkat Letkol Inf Bachtiar Susanto.
Dansatgas juga menyampaikan bahwa mengajarkan anak-anak mengaji dilokasi TMMD untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh dari segi mental dan spiritual sejak dini.
"Sebagai prajurit TNI, kami harus peduli dengan masa depan generasi, khususnya dari segi mental dan spiritual agar kelak bisa menjadi manusia berguna bagi orangtua, bangsa dan negara, selain itu guna menciptakan generasi bermentalkan tangguh, "sebut Letkol Inf Bachtiar Susanto.
Kegiatan-kegiatan rutin personel Satgas usai melaksanakan pekerjaan fisik lainya adalah menjadi guru private, menanamkan budi pekerti, mengajari cara hidup yang baik, menghormati sesama, menanamkan rasa cinta tanah air dan bekali norma-norma Pancasila sejak dini.
"Waktu senggang sedikitpun tetap dimanfaatkan personel Satgas untuk menambah ilmu pengetahuan anak-anak desa, "sebut Dansatgas
Tak hanya itu saja, disaat waktu masuk Sholat personel beragama Islam selalu menjadi Imam dan memberikan Kultum sesaat. "Setiap malam selama ada TMMD personel Satgas beragama Islam Sholat berjamaah di Mushola dan mengajarkan ngaji kepada anak-anak,serta menjadi guru lrivate "cetus Dansatgas seraya menambahkan diminta Satgas berikan kontribusi positif di wilayah sasarannya masing-masing.
Lanjut dikatakannya, bahwa mengajari anak-anak mengaji merupakan wujud kecintaan dan kepedulian TNI kepada generasi penerus bangsa, karena tongkat estafet akan terus berjalan untuk regenerasi pemuda-pemuda harapan pemimpin bangsa, "imbuhnya. (Red)