Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Sibolga) - Dalam rangka mencegah konflik sosial, Komando Resort Militer (Korem) 023/Kawal Samudera menggelar kegiatan sosialisasi Pembinaan Komunikasi (Binkom) Ancaman Gangguan Hambatan dan Tantangan (AGHT) di wilayah Kawal Samudera yang di laksanakan di Aula Gupala, Makorem 023/KS, Jln. Datuk Hitam No.1 Kota Sibolga, Rabu (9/9/2020).

Kegiatan ini berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, wajib memakai masker, mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak fisik (physical distancing).

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Danrem 023/KS diwakili oleh Kasrem 023/KS Letkol Inf Deni Engel Rupingi, serta diikuti sebanyak 150 orang masyarakat/jaring Intel dari masing-masing Kodim jajaran Korem 023/KS.

Dalam sambutannya, Danrem 023/KS yang dibacakan oleh Kasrem 023/KS Letkol Inf Deni Engel Rupingi menjelaskan, bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi dan mencegah konflik sosial yang mungkin  terjadi di tengah-tengah masyarakat khususnya di wilayah Kawal Samudera.


"Diharapkan masyarakat mampu mencegah penyebaran paham ideologi, atau gerakan radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, yang menggangu serta  mengancam keutuhan NKRI," ujarnya.

Dengan memahami bahaya AGHT konflik sosial, sambung Kasrem, maka masyarakat  dapat menempatkan diri untuk tetap menjaga diri dan mematuhi aturan yang berlaku, sehingga tidak melakukan tindakan yang menggangu persatuan dan kesatuan 

"Saya berharap agar para peserta sosialisasi ini mengikuti dengan sebaik-baiknya materi sosialisasi yang akan disampaikan, serta tanyakan segala sesuatu yang belum dipahami agar kita semua mampu untuk menangkal bahaya AGHT," ungkapnya.

Dalam sambutan Asintel Kasad Mayjen TNI Teguh Arif Indratmoko yang dibacakan oleh Ketua Tim Binkom Kolonel Arm Ruly Chandra Yadi, menyampaikan bahwa Negara kita Indonesia merupakan suatu bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, agama, ras dan budaya dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta jiwa. Pada satu sisi merupakan suatu kekayaan bangsa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat.


Namun pada sisi yang lain kondisi tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan nasional apabila terdapat ketimpangan pembangunan, kesenjangan sosial dan ekonomi serta tidak terkendalinya kehidupan dinamika di negeri ini.

Sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai sekarang, keberlangsungan pembangunan nasional tidak pernah bebas dari ancaman keamanan. Dengan terdapatnya berbagai gejolak yang membahayakan keamanan nasional mulai dari pemberontakan, terorisme, separatisme, kerusuhan dan hingga terjadinya konflik sosial menjadi pengalaman buruk, sehingga mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan nasional.  

"Apabila terdapat hal hal yang mengarah pada situasi konflik segera laporkan kepada pihak yang berwenang guna mencegah terjadinya kerugian, ikuti kegiatan ini dengan motivasi dan semangat tinggi sehingga informasi dan pengetahuan dapat dipahami, dipedomani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, manfaatkan sebaik baiknya kegiatan ini serta tanyakan kepada narasumber tentang materi yang belum dimengerti", tegasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, tampil sebagai narasumberantara lain  Kolonel Arm Ineldi, S.I.P., M.Si., Kakesbangpol Kota Sibolga, Kasat Intelpam Polres Kota Sibolga. (Penrem 023/KS)
Leave A Reply