Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

» » BABINSA DAMPINGI PENTRIBUSIAN SAPI BALI DI KELOMPOK TANI ISTIQOMAH TAHUN ANGGARAN 2021 DALAM PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Views

 

INTAIKASUS.COM, (PAUH KAMBAR) - Babinsa Koramil 07/Pauh Kambar mendampingi pendistribusian sapi bali kepada Kelompok Tani Istiqomah di tahun anggaran 2021 dalam pengembangan peternakan sapi bali di Korong kampung Tangah Nagari Padang Bintungan Kecamatan Nansabaris Kabupaten Padang pariaman, Kamis (07/10/21).

Penyerahan bantuan sapi oleh anggota DPRD Kab. Padang Pariaman BPK Mulyadi S.H Sebanyak 13 ekor. Sapi potong jenis sapi Bali ini dipelihara oleh petani peternak dengan pemeliharaan secara tradisional, tidak menggunakan sentuhan teknologi baik pakan, kesehatan maupun sistem perkawinan. Di samping pola penjualan ternak yang tidak diatur sehingga banyak ternak baik jantan maupun betina dengan fenotip baik terjual (keluar dari populasi). Dari segi pemeliharaan, ternak sapi dibiarkan bebas berkeliaran, karena tidak adanya kandang yang dimiliki oleh petani peternak. Oleh karena itu pendekatan pemberdayaan peternak menjadi penting agar peternak dapat mandiri dalam mendapatkan modal, merencanakan, mengatur dan menentukan pola serta strategi pemuliaan ternak maupun pemeliharaannya.

Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pedesaan yang di dalamnya termasuk petani peternak, antara lain dibentuknya kelompok tani ternak. Terbentuknya kelompok tani saat ini masih kurang menempatkan petani sebagai pengambil keputusan dalam usahataninya, karena dominasi pengaruh intervensi pihak luar petani terhadap kelompok tani. Kelompok tani ternak yang dibentuk harus ditingkatkan pengelolaanya dengan melibatkan pengurus dan anggota kelompok tani ternak sehingga kelompok dapat berlangsung secara terus-menerus. Dalam mewujudkan hal tersebut maka diperlukan suatu pengorganisasian kelompok tani ternak. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kualitatif. 


Dari ketiga indikator tersebut semua berada dalam kategori sedang. Tingkat pembagian kerja berada pada unsur penyesuaian kemampuan dan jenis pekerjaan dengan persentase 69,52 %, tingkat pendelegasian wewenang berada pada unsur proses pendelegasian wewenang dari ketua kelompok kepada anggota kelompok dengan persentase 63,53 %, dan tingkat koordinasi berada pada unsur koordinasi menggunakan pendekatan multi kelompok dengan persentase 66,67 %. Pengembangan peternakan dalam kandang kelompok, pakan ternak dan reproduksi. Keberadaan kandang kelompok membantu petani peternak untuk mendapatkan bantuan, terjadinya interaksi sesama petani peternak. Pengembangan pakan ternak membantu petani peternak mengenal jenis pakan ternak unggul dan pengembangan reproduksi menjadikan petani peternak cepat mendeteksi sapi yang birahi sehingga cepat dikawinkan.

Penyerahan Bantuan Sapi Bali tersebut, Bpk Mulyadi .S.H.anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman fraksi Gerindra, Bpk Afrinaldi ketua DPC. Kabupaten Padang Pariaman, Bpk Zulkhailisman dari peternakan, Ibuk Upik dari dinas peternakan, Bpk H.wilson SE.MM Camat Nansabaris, Azri Wali Nagari Padang Bintuangan dan Sertu Erry Babinsa Pauh Kambar. (Pendim 0308)

Views
Share artikel ke: FACEBOOK{-----*Klikdisini

About Intaikasus

Situs Berita Online---www.intaiKASUS.com---Lugas,Kreatif&Terpercaya---Ph:0888-7614-075.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply