Foto : Ilustras
MEDAN, IK - Sebagaimana diketahui bahwa Tradisi perang sarung yang merupakan permainan tradisional khas lingkungan pondokan kini mulai bergeser praktiknya. Dulu permainan hanya sekadar untuk mencari hiburan di sela-sela kegiatan keagamaan. Namun kini beralih menjadi "perang" dalam arti sebenarnya. Mengandung kekerasan yang tak jarang menimbulkan korban.
Sarung yang dulu dikonotasikan positif dan menjadi simbol tradisi atau budaya pondokan bisa saja berubah menjadi simbol kekerasan.
Kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan budaya yang kuat. Sarung sejak dulu familier dikenakan oleh para santri, masyarakat muslim bahkan nonmuslim. Sebab sarung bukan hanya sebagai pakaian ibadah, namun banyak masyarakat yang menggunakannya sehari-hari.
Karena saking dekatnya sarung dengan budaya di Indonesia, banyak aktivitas yang terinspirasi dari alat (sarung) yang dimodifikasi. Misalnya perang sarung dalam konteks permainan tradisional zaman dulu. Sarung di tali atau hanya sekadar saling sabet sebagai hiburan semata.
Kini wilayah Indonesia mulai terjadi "Perang Sarung" , seperti di wilayah kota Medan. Personel Polrestabes Medan dan Kodim 0201/Medan serta unsur Forkopimca Medan Tuntungan diminta tertibkan ataupun melakukan razia himbauan kepada para remaja dan anak-anak yang kerap melakukan "Perang Sarung" di wilayah Jalan Flamboyan Raya Gang Mesjid, persisnya dikawasan Cerdas Kel.Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan.
Sebagaimana diketahui akhir-akhir ini khususnya dalam bulan suci ramadhan, aksi tawuran "Perang Sarung adalah tawuran antar remaja yang marak terjadi di bulan Ramadan, seringkali menggunakan sarung yang diikat ujungnya dan diisi benda keras seperti batu atau besi. Aktivitas berbahaya ini sering direncanakan melalui media sosial dan telah menyebabkan luka-luka hingga kematian.
Untuk mencegah aksi tersebut diminta unsur Forkopimda Kota Medan bersama Forkopimca melakukan razia himbauan dikawasan tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.Pasalnya setiap malam anak -anak banyak yang melakukan aksi tesebut kepada sesama rekannya sendiri.
"Selama bulan ramadhan setiap malam anak-anak remaja "Perang Sarung" sehingga banyak anak-anak menjadi sasaran. Memang saat ini belum ada korban,jadi mohon dicegah agar tidak ada jatuh korban,"tegas Uzma warga setempat.
Diminta kepada Kapolrestabes Medan dan Dandim 0201/Medan agar segera mencegah aksi permainan anak-anak tersebut sebelum ada korban.
"Apabila diamankan kumpulkan anak-anak tersebut jangan ditangkapi,beri himbauan humanis agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,diyakini tidak akan mengulangi lagi, "pintanya. (Rel)