Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


​LANGKAT, IK - Di bawah bayang-bayang krisis air bersih menahun, warga pesisir Langkat kini bersiap menyambut fajar baru. Sebuah proyek sanitasi dan sumur bor garapan TNI dan warga memasuki fase krusial dua hari menjelang ketukan palu terakhir.


Bagi masyarakat Desa Pasar Rawa dan Kelantan Luar di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, air bersih selama ini adalah sebuah teka-teki yang sulit dipecahkan. Hidup berdampingan dengan garis pantai, mereka dikepung oleh air yang melimpah, namun tak bisa direguk. 


Air tanah di sana payau, pekat, dan asin. Saban kemarau datang menyengat, warga terpaksa berkompromi dengan keadaan: mengonsumsi air seadanya atau merogoh kocek lebih dalam demi jeriken-jeriken air bersih.


​Kini, ironi di tanah pesisir itu coba dipatahkan. Lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, Kodim 0203/Langkat mengambil langkah konkret yang langsung menyasar urat nadi kebutuhan warga: membangun instalasi sumur bor air bersih dan bilik-bilik Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang layak.


​Waktu kian merambat sempit. Dua hari menjelang penutupan resmi program, ritme kerja di lokasi proyek justru naik berlipat ganda. Riuh deru mesin bor kini berkelindan dengan ayunan cangkul warga dan personel TNI yang berkejaran dengan tenggat waktu.


​Fokus utama kini tertuju pada detail-detail teknis penyelesaian akhir. Di satu sudut, beberapa prajurit dengan cekatan merekatkan sambungan pipa-pipa paralon, memastikan aliran air dari perut bumi mengalir mulus tanpa bocor menuju bak penampungan. Di sudut lain, semen-semen basah diratakan pada dinding MCK, sementara daun-daun pintu mulai dipasang pada tempatnya.


​"Fasilitas sanitasi dan air bersih ini adalah fondasi paling mendasar bagi kesehatan masyarakat," ujar Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, di tengah riuhnya aktivitas lapangan. Ia menegaskan, percepatan pembangunan di sisa waktu dua hari ini sama sekali tidak boleh mengorbankan kualitas fisik bangunan. "Target kami, begitu program ini ditutup, keran-keran air sudah harus langsung mengalir deras ke wadah-wadah milik warga." (Red)

Leave A Reply