JAKARTA, IK - Personel Group 36 Contigency Response US Air Force yang bermarkas di Andersen Air Force Base (AAFB), Guam tepatnya di tengah lautan Samudera Pasifik antara Filipina dan Hawai melaksanakan pelatihan intelijen dengan TNI AU pada tanggal 18 s.d 22 Mei 2026 di Lanud Halim Jakarta Timur.
Personel 36th Tactical Adversory Squadron Intelligence, Guam terdiri dari 5 orang dipimpin oleh Gabriel C. Di Clementi dan personel dari TNI AU sebanyak 14 orang dari berbagai profesi yaitu penerbang pesawat tempur, penerbang intai, penerbang CN, Pasgat dan personel intelijen TNI AU melaksanakan pelatihan materi meliputi critical thinking technique, crafting effective intelligence assessment dan joint preparation intelligence operation environment (JPIOE).
Khusus untuk materi JPIOE adalah untuk mempersiapkan informasi intelijen sebelum operasi dilaksanakan.
Dalam melaksanakan operasi militer baik gabungan maupun mandiri membutuhkan informasi dan analisis intelijan yang tepat.
Informasi intelijen tersebut meliputi informasi yang lengkap dan akurat tentan lingkungan operasi dan musuh atau target operasi pelatihan tersebut.
Pelatihan tersebut bertujuan selain untuk meningkatkan kapasitas dan skill personel intelijen juga meningkatkan kerja sama antara TNI AU dan US Airforce mengingat Alpalhan TNI AU banyak berasal dari Amerika.
Salah satu peserta Latihan Letkol Sus Bisara Manurung, S.S., M.Sc menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tergolong singkat tetapi bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas personel intelijen dan untuk mempelajari doktrin intelijen Angkatan Udara Amerika dalam operasi.
Diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM TNI AU karena intelijen sebagai ilmu dapat diterapkan dalam segala bidang mengingat intelijen menggunakan metode analisis berbasis data yang akurat.(AVID/rel)Pelatihan Bersama Antara Prajurit TNI AU Dengan Personel US Air Force
JAKARTA
Personel Group 36 Contigency Response US Air Force yang bermarkas di Andersen Air Force Base (AAFB), Guam tepatnya di tengah lautan Samudera Pasifik antara Filipina dan Hawai melaksanakan pelatihan intelijen dengan TNI AU pada tanggal 18 s.d 22 Mei 2026 di Lanud Halim Jakarta Timur.
Personel 36th Tactical Adversory Squadron Intelligence, Guam terdiri dari 5 orang dipimpin oleh Gabriel C. Di Clementi dan personel dari TNI AU sebanyak 14 orang dari berbagai profesi yaitu penerbang pesawat tempur, penerbang intai, penerbang CN, Pasgat dan personel intelijen TNI AU melaksanakan pelatihan materi meliputi critical thinking technique, crafting effective intelligence assessment dan joint preparation intelligence operation environment (JPIOE).
Khusus untuk materi JPIOE adalah untuk mempersiapkan informasi intelijen sebelum operasi dilaksanakan.
Dalam melaksanakan operasi militer baik gabungan maupun mandiri membutuhkan informasi dan analisis intelijan yang tepat.
Informasi intelijen tersebut meliputi informasi yang lengkap dan akurat tentan lingkungan operasi dan musuh atau target operasi pelatihan tersebut.
Pelatihan tersebut bertujuan selain untuk meningkatkan kapasitas dan skill personel intelijen juga meningkatkan kerja sama antara TNI AU dan US Airforce mengingat Alpalhan TNI AU banyak berasal dari Amerika.
Salah satu peserta Latihan Letkol Sus Bisara Manurung, S.S., M.Sc menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tergolong singkat tetapi bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas personel intelijen dan untuk mempelajari doktrin intelijen Angkatan Udara Amerika dalam operasi.
Diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM TNI AU karena intelijen sebagai ilmu dapat diterapkan dalam segala bidang mengingat intelijen menggunakan metode analisis berbasis data yang akurat. (AVID/ REL)
