Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


LANGKAT, IK - Libur boleh datang, tapi palu tak berhenti. Di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat digeber tanpa jeda. Lima rumah yang dulu nyaris roboh kini dipaksa berlari menuju garis akhir.


Jumat, 1 Mei 2026, tak ada suasana santai di lokasi. Satgas TNI tetap bekerja, warga ikut turun tangan. Semen diaduk, dinding ditegakkan, atap diperkuat. Progresnya sudah menembus 90 persen—angka yang menunjukkan satu hal: target tak lagi jauh.


Yang diperbaiki bukan sekadar bangunan. Ini soal hidup yang selama ini berjalan di bawah atap bocor dan dinding rapuh. Rumah-rumah milik Rida Wahyuni Rao, Miswandi, Irwansyah, Juraida, hingga Suzana kini pelan-pelan berubah rupa—dari sekadar tempat berteduh menjadi ruang yang benar-benar layak dihuni.


Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi menegaskan, pekerjaan sengaja dipacu tanpa kompromi. “Kami kebut bersama warga. Harus selesai tepat waktu,” katanya.


Di lapangan, gotong royong menjadi mesin penggerak. Tak ada penonton. Semua terlibat—mengangkat material, merapikan bangunan, hingga memastikan setiap sudut rumah berdiri kokoh. Di titik ini, kemanunggalan TNI dan rakyat bukan slogan, tapi kerja nyata yang bisa disentuh.


Namun kejar tayang ini bukan tanpa risiko. Kecepatan sering jadi musuh kualitas. Karena itu, Satgas mengklaim tetap menjaga standar—agar rumah yang dibangun tak hanya cepat jadi, tapi juga tahan lama.


Program RTLH ini mungkin tak semegah proyek infrastruktur besar. Tapi dampaknya langsung terasa: dari tidur di rumah nyaris roboh menjadi tinggal di hunian yang lebih manusiawi.

Di Pasar Rawa, perubahan itu tinggal selangkah lagi. Dan bagi lima keluarga itu, ini bukan sekadar renovasi—ini titik balik. (Red)

Leave A Reply