LANGKAT, IK - Di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, pembangunan tak hanya berdengung dari alat berat. Ia juga hadir dalam ketukan pelan di pintu rumah warga.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 membuka jalur lain: layanan kesehatan yang mendatangi, bukan ditunggu. Setiap hari, dua personel Satgas Kesehatan bergerak dari rumah ke rumah—mencari warga sakit, bukan sekadar menerima laporan.
Tanpa antrean, tanpa birokrasi. Serka TJP Marbun dan Serka Adi Ervanus dari Rumah Sakit Tk II 01.07.02 Binjai menjadi garda depan. Dengan tas medis sederhana, mereka memeriksa tekanan darah, memberi obat, sekaligus memastikan kondisi warga yang selama ini luput dari jangkauan layanan formal.
Model door to door ini bukan sekadar variasi. Ia menjawab celah lama: akses kesehatan di desa yang tak selalu mudah, terutama bagi lansia dan warga dengan mobilitas terbatas.
“Kalau menunggu mereka datang, belum tentu sampai. Jadi kami yang datang,” ujar salah satu anggota Satgas, Jumat (1/5/2026).
Di lapangan, pendekatan ini terasa lebih efektif. Keluhan warga muncul tanpa ragu, pemeriksaan berlangsung cepat, dan edukasi kesehatan bisa langsung disampaikan. Dari cara menjaga kebersihan hingga pencegahan penyakit—hal-hal dasar yang sering terabaikan.
Warga merespons tanpa basa-basi: mereka merasa ditolong.
“Alhamdulillah, bapak-bapak tentara mau datang ke rumah kami. Ini sangat membantu,” kata Juairiah, 63 tahun. Di Pasar Rawa, TMMD 128 memperlihatkan wajah pembangunan yang jarang disorot. Bukan hanya membangun jalan atau jembatan, tapi menutup jarak antara layanan dan kebutuhan. (Red)