Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


LANGKAT, IK - Di Desa Pasar Rawa dan Dusun Kelantan Luar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kehadiran negara tidak hanya tampak dari proyek jalan dan jembatan. Di sela pembangunan fisik TMMD ke-128, ada ruang lain yang dibuka: rumah warga, doa bersama, dan pertemuan tanpa sekat.


Personel Yon TP 907/Dewa Shahdan yang tergabung dalam Satgas TMMD rutin menggelar yasinan dan doa bersama warga di sejumlah rumah, termasuk di kediaman Sunarmin dan Zakaria. Di ruang sederhana itu, warga dan prajurit duduk berdampingan, melantunkan ayat suci dan berbincang setelahnya.


Tidak ada panggung, tidak ada jarak formal. Yang tersisa hanya percakapan pelan di antara pekerjaan negara yang sedang berlangsung di luar rumah.

Komandan SSK TMMD ke-128, Letda Inf M. Rezky, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dengan masyarakat sekaligus memohon kelancaran program di lapangan.

“Selain bekerja, kami juga ingin membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya, Senin (4/5/2026).


Di luar penjelasan resmi itu, kegiatan seperti ini memperlihatkan dimensi lain dari TMMD: pembangunan tidak hanya berlangsung dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga dalam hubungan sosial yang dibangun secara perlahan di tingkat desa.


TMMD ke-128 di Pasar Rawa sendiri mencakup pembangunan jalan, jembatan, serta berbagai fasilitas dasar lainnya. Namun di sela proyek yang terukur dalam meter dan volume pekerjaan itu, hadir ruang-ruang kecil yang tidak masuk dalam laporan fisik: rumah warga, lantunan doa, dan interaksi yang lebih personal.


Bagi sebagian warga, kehadiran TNI dalam ruang seperti ini menghadirkan bentuk kedekatan yang berbeda. Tidak hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari desa.


Di Pasar Rawa, negara hadir dalam dua wajah sekaligus: melalui alat berat di jalan, dan melalui doa bersama di ruang tamu warga. Dan di antara keduanya, pembangunan menemukan bentuknya yang paling sederhana—pertemuan. (Red)

Leave A Reply