Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Sintang, intaikasus.com - Dalam membangun Sinergi pencegahan Karhutla, Ketua Tim Penyuluh Satgas Karhutla  TNI Brigjen TNI M.Zamroni kunjungi PT. Bintara Tani Nusantara - Palm Oil Mill (BTN-POM) di Kayan Hilir, Sintang.


Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Penyuluh Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir Kolonel Arh Saptarendra Prasada, S.T,M.M. setelah selesai acara kunjungan serta sosialisasi pencegahan dan pengendalian Karhutla di PT. BTN POM, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, Selasa (01/09/2026).


Disampaikan Sapta, penyuluhan Satgas Karhutla yang dilaksanakan di wilayah Kayan Hilir tidak saja terhadap masyarakat tapi juga berbagai pihak yang terkait.


"Termasuk juga dengan PT. BTN-POM, selaku perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan dan pengolah sawit di Kayan Hilir,"ujar Sapta.


Dialog  Penyuluh Satgas Karhutla dengan pihak PT. BTN-POM, lanjut dia, membahas tentang peran perusahaan dalam melakukan mitigasi Karhutla dengan masyarakat sekitar.


"Brigjen Zamroni, menyampaikan bahwa pencegahan dan pengendalian Karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama dan berharap dari pihak perusahan yang memiliki sarana dan tenaga ahli yang lebih baik dapat memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar jika ada kebakaran,"terang Sapta.


"Pihak perusahaan, melalui Pak Nampo, selaku Kepala Humas Region Sintang menyampaikan bahwa mereka senantiasa kerjasama pengendalian  dengan masyarakat sekitar yang akan melakukan pembukaan lahan, karena jika tidak dilakukan seperti itu pihak perusahaan juga bisa akan terdampak," tambah dia.


Lebih lanjut Sapta katakan, namun dalam kondisi saat ini perusahaan mendukung program pencegahan Karhutla.


"Yaitu dengan melakukan patroli pengawasan dan  koordinasi dengan masyarakat maupun aparat desa, Polsek maupun Koramil. Termasuk bangun komunikasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA)  dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA)," tandas Sapta.


Sementara itu, Humas PT. BTN-POM M.Nampo  sampaikan, usia tanaman sawit mereka telah berusia 19-20 tahun sehingga tidak dilakukan pembukaan lahan baru.


"Untuk itu kami memastikan agar api dari luar tidak masuk ke lahan perusahan, Kami bersyukur, selalu ada koordinasi dengan masyarakat , jika mereka akan melakukan pembukaan lahan dengan melalui ada pemberitahuan sehingga kedua belah pihak dapat saling menjaga supaya api tidak meluas,"urainya.


Lebih lanjut dikatakannya,  kerjasama dalam pencegahan dan pengendalian  di Kayan Hilir telah berjalan dengan baik karena adanya koordinasi.


"Namun itu, terkendala jika ada kebakaran yang sifatnya mendadak, yang mungkin akibat oknum yang tidak bertanggungjawab atau tidak peduli yang menyebabkan terjadinya kebakaran,"pungkasnya.


Selain Visiting Enginer Region Sintang  Harsono, Plantation Controller Region Sintang Mr. Selvaraja M Nadason,  Prob Mill Manager Eko Wahyono serta para pejabat lainnya, dalam acara itu hadir juga Tim Penyuluh Satgas Karhutla TNI  yaitu Kolonel Laut (KH) Chumaedy dan Kolonel Kes Robbi Mandolin serta Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Sertu Daniel. (Rn)

Leave A Reply