Medan, intaikasus.com - Diduga dibangun di atas tanah warga, Kantor Lurah Kelurahan Indra Kasih yang terletak di Jl. Bhayangkara No.415 B Medan, Kec. Medan Tembung, secara resmi digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Jl. Bunga Raya No.18, Kel. Asam Kumbang, Kec. Medan Selayang, Kota Medan.
Dari hasil penelusuran wartawan dilapangan, para Ahli waris Almarhum bapak Abdul Djalil dan Almarhuma Ibu Jaminah, yang notabenenya sebagai pewaris lahan, terlihat mendatangi PTUN, pada Rabu (2/9/2026), dengan didampingi oleh Kuasa Hukumnya, Bob H Simbolon, SH, MH dari kantor Advocat Situmorang & Simbolon yang berkedudukan di Jakarta Selatan.
Selaku kuasa hukum para ahli waris, Bob H Simbolon, SH, MH, ketika ditemui menyampaikan, kedatangan pihaknya ke PTUN Medan, dalam rangka melengkapi berkas.
"Kalau gugatan sudah kemaren kita daftarkan, sesuai perkara Nomor : 85/G/2026/PTUN.MDN. Namun untuk kedatangan saat ini guna menambah kelengkapan berkas", jelasnya.
Sementara itu, penuturan salah seorang ahli waris mengungkapkan, sebahagian lahan milik Almarhum Ayah kandungnya tersebut, diperkirakan sejak Tahun 1975, sudah dipakai menjadi kantor Lurah Kelurahan Indra Kasih, dahulu disebut Balai Desa.
"Dahulu, Almarhum Ayah Saya menjabat sebagai Kepala Lorong. Mungkin karena Kepala Lorong (Perangkat Desa), Ayah saya mengijinkan sebahagian tanahnya dipakai menjadi kantor Desa Indra Kasih. Seingat saya sekitar Tahun 1975. Satu hal semasa hidup Almarhum Ayah pernah mengatakan kepada kami, tanah tersebut akan dibayar dengan cara dicicil. Namun hingga saat ini tak terealisasi", ungkap ahli waris yang mengaku anak Nomor 4 dari Almarhum.
Terkait gugatan ke PTUN Medan, Lurah Kelurahan Indra Kasih,
Azwar Rivai Siregar, S.H yang dikonfirmasi wartawan kekantornya, tidak berhasil ditemui.
Salah seorang staf wanita mengatakan, Bapak Lurah sedang bersama Camat meninjau pohon tumbang.
"Bapak Lurah sedang tak berada ditempat. Sedang bersama Camat karena ada pohon tumbang. Jadi kalau untuk ketemu silahkan buat janji dulu", ucapnya, seraya meminta nomor telpon wartawan untuk dihubungi. (Red)
