LAHAT, intaikasus.com - Dalam rangka mengantisipasi serta menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta membahas langkah-langkah pencegahan Karhutla menghadapi musim kemarau yang cukup panjang,Tim Karhutla Mabes TNI dan Unsur Forkompimda Kabupaten Lahat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor), bertempat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kesadaran seluruh elemen perusahaan, terhadap pencegahan serta penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), diikuti Kodim 0405/Lahat melalui jajaran Koramil.
Dalam kegiatan penyuluhan di PT Mustika Indah Permai (PT MIP) dan PT Primanaya, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen dan karyawan PT MIP serta PT Primanaya,Kasdim 0405/Lahat, Mayor Inf Subianto, Danramil 405-03/Kikim, Kapten Inf Rudi Taufik, dan Danramil 405-06/Muara Pinang, Kapten Inf Heri Prabowo,Danramil 405-02/Merapi, Kapten Caj M Koderi Ramadhani turut hadir dalam kegiatan bersama unsur pimpinan perusahaan.
Sementara itu Tim Penyuluhan dari Mabes TNI yang hadir, Kolonel Cpm Muhammad Faisal Amin Lubis, Kolonel Kal Heri Supriyadi, Kolonel Tek Rachmad Darmawan, Kolonel Mar Wachid Hasbollah, Kolonel Mar Untung Tarmanto, serta Mayor Mar Didik Sutejo.
Dalam penyuluhan tersebut, Kolonel Cpm Muhammad Faisal Amin Lubis menyampaikan, sejumlah penekanan terkait pencegahan Karhutla yang menjadi perhatian serius pemerintah, perusahaan maupun karyawan dilarang keras membuka atau membersihkan lahan pertambangan, dengan cara membakar.
"Selain itu, perusahaan diminta membangun koordinasi dan pelaporan secara cepat apabila ditemukan indikasi maupun kejadian kebakaran. Setiap kejadian harus segera dilaporkan kepada aparat terkait, tim rescue, Manggala Agni, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," pungkasnya.
Hal senada Dandim 0405/Lahat, Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto SH MSos melalui Kasdim, Mayor Inf Subianto menerangkan, pentingnya keterlibatan aktif perusahaan dan seluruh karyawan, sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah terjadinya Karhutla di wilayah kerja perusahaan.
"Hal ini sangat tepat sekali mengingat wilayah kerja mereka bersinggungan langsung, dengan hutan maupun lahan sehingga sewajarnya menerima pembekalan sesuai SOP," himbaunya.
Ia menuturkan, pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. TNI melalui jajaran Koramil akan terus mendukung upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan Karhutla bersama perusahaan, Pemkab Lahat, Polri, Manggala Agni dan masyarakat.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Dibutuhkan kepedulian dan peran aktif perusahaan serta seluruh karyawan untuk mencegah munculnya titik api, melakukan pelaporan secara cepat dan bersama-sama menjaga lingkungan,” tegas Mayor Inf Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, pihak PT Primanaya memaparkan SOP penanganan Karhutla, di antaranya pelaksanaan patroli oleh tim SHE setiap satu jam sekali di sektor tambang, pemantauan menggunakan drone untuk mendeteksi titik hotspot, serta kesiapan 10 unit water tank yang dapat digunakan untuk melakukan penyiraman dan pemadaman apabila terjadi Karhutla.
Perusahaan juga secara berkala melaksanakan simulasi dan pelatihan penanggulangan Karhutla kepada karyawan setiap tiga bulan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan personel memahami tugas masing-masing, sekaligus memastikan seluruh peralatan pemadam dapat dioperasionalkan dengan baik.
Sementara itu, PT MIP menyampaikan, bahwa pihaknya terus membangun koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni dan pemerintah daerah dalam setiap upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla, khususnya di wilayah IUP perusahaan.
Patroli secara bergantian oleh Tim SHE dilaksanakan setiap satu jam dan didukung penggunaan drone untuk mendeteksi keberadaan hotspot secara lebih akurat.
Selain itu,perusahaan juga secara terjadwal melaksanakan simulasi penanganan Karhutla bersama tim rescue serta menyiapkan kendaraan water tank untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Tim penyuluhan menekankan bahwa karyawan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan Karhutla, terutama dengan segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan, apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayah kerja. Karyawan juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran lahan.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas usulan pembentukan Perusahaan Peduli Api (PPA) terpadu yang melibatkan unsur perusahaan, masyarakat dan pemerintah. Usulan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan, dan dilaporkan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya, memperkuat sistem penanganan Karhutla secara terpadu.
Kegiatan penyuluhan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB dan berjalan dengan aman serta lancar. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Tim Penyuluhan Bencana Karhutla Mabes TNI bersama pendamping dari Kodim 0405/Lahat kembali menuju tempat kedudukan di Lahat.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0405/Lahat berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla, khususnya menghadapi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.
# Rakor Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI#
Pada bulan Juli hingga Agustus tercatat bahwa ada 29 kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) termasuk spot wilayah perusahaan batu bara.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH.,MH pada giat Rakor Pencegahan dan Penanganan Karhutlah antara Pemerintah Kabupaten Lahat bersama Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dan Sesko TNI, Selasa (1/9/2026) bertempat di Pendopoan Bupati Lahat.
Dijelaskan Widia Ningsih, bahwa Lahat ini mempunyai kandungan mineral yang banyak sehingga dikenal dengan kota batu bara, dengan demikian lahan gambutnya sangat sedikit.
Dirinya juga menegaskan bahwa kebakaran adalah masalah yang serius, dikarenakan Presiden RI, Bapak Prabowo turun langsung ke spot-spot kebakaran.
Karena spot batu bara banyak terdeteksi, maka ia menghimbau kepada seluruh perusahaan batu bara agar memperhatikan stockpile nya agar tidak terjadi kebakaran.
“Titik hotspot banyak terpantau itu di batu bara, bukan kebakaran hutan dan lahan, maka jagalah, jangan ada percikan api, sehingga tidak terdeteksi sebagai karhutla,” tegas Wabup.
Dibanding Kabupaten lain, lanjut nya, dalam selebaran hotspot, Kabupaten Lahat berada diurutan nomor dua setelah Kabupaten Muara Enim.
Kepada camat dan Kades, ia berharap rapat ini dapat direalisasikan ke tingkat kecamatan. Libatkan masyarakat dan forkopimcam yang ada.
Tak lupa, Widia Ningsih juga mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI, Polri dan yang lainnya yang telah berusaha menjaga Kabupaten Lahat dari bahaya kebakaran.
Sementara itu dalam rakor Kapolres Lahat mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama merapatkan barisan dan meningkatkan sinergi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Kabupaten Lahat.
Untuk mengantisipasi Karhutla, kami dari Polri juga mendapatkan perintah untuk melakukan penanggulangan kepada masyarakat. Pertama melalui pendekatan dan bimbingan kepada masyarakat, kemudian yang kedua melalui pendekatan hukum,” terang Kapolres.
Ia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, termasuk Manggala Agni dan pihak lainnya, guna menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.
Selain langkah pencegahan, Polres Lahat juga melakukan penegakan hukum terhadap kasus pembakaran lahan. Saat ini, terdapat tiga perkara yang berpotensi berkaitan dengan pembakaran lahan yang sedang ditangani.
“Dari tiga perkara tersebut, dua masih dalam tahap penyelidikan. Petugas masih mengalami kendala dalam mengungkap pelaku karena saksi yang telah diperiksa belum dapat memberikan keterangan mengenai siapa yang melakukan pembakaran,” urai Kapolres.
Sementara itu, satu perkara lainnya telah menetapkan pelaku pembakaran lahan di wilayah Kecamatan Pagar Agung. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pelaku, pembakaran dilakukan secara sengaja dengan tujuan membuka lahan perkebunan.
Polres Lahat melalui Polsek jajaran yakni bhabinkamtibmas selalu mengimbau khususnya kepada masyarakat di wilayah pegunungan, pada musim kemarau ini jangan membuka kebun, khususnya perkebunan kopi, dengan cara dibakar.
“Pembakaran lahan memang dianggap sebagian masyarakat sebagai cara cepat untuk membersihkan lahan. Namun, tindakan tersebut sangat berisiko karena api dapat dengan mudah meluas dan menyebabkan kebakaran hutan maupun lahan,” ungkap Kapolres.
Sisi lain, dirinya mengapresiasi masyarakat yang selama ini aktif memberikan informasi dan laporan apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan.
“Polres Lahat, turut melakukan pemantauan hotspot melalui satelit. Informasi mengenai titik panas yang terdeteksi dapat segera diteruskan kepada jajaran Polsek untuk dilakukan pengecekan di lapangan,” ujar Kapolres.
Setiap hari pihaknya melakukan pemantauan melalui satelit yang juga tergabung dalam grup memantau selama 24 jam. Apabila terjadi hotspot, lokasinya langsung diinformasikan dan kami teruskan kepada Kapolsek untuk ditindaklanjuti.
Lebih lanjut, Kapolres membeberkan bahwa Kabupaten Lahat memiliki 23 kecamatan, sementara polsek hanya 13, sedangkan personel dan struktur kewilayahan yang dimiliki Polres masih terbatas. Karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, khususnya para kepala desa.
Polres Lahat masih memiliki keterbatasan personel yang membawahi beberapa kecamatan. Untuk itu, Ia sangat memerlukan bantuan para kepala desa agar bersama-sama bersinergi melakukan pemantauan apabila terjadi kebakaran.
“Kami berharap melalui kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat, potensi Karhutla di Kabupaten Lahat dapat dicegah sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” pungkas Kapolres. (Kodim Lahat)